JAKARTA Dedikasi para peneliti dan lembaga Litbang makin sangat diperlukan, karena dia merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing Indonesia. Harus ada upaya penelitian dan pengembangan yang serius. Karena hanya dari Litbang inilah kita bisa mencari cara agar Indonesia bisa lebih kompetitif dari negara lainnya.

Demikian disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala  Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Bambang P. Brodjonegoro saat mengucapkan selamat kepada sejumlah lembaga Litbang yang menerima penghargaan pada acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Tahun 2019, yang digelar di Auditorium BJ. Habibie, Gedung II BPPT,  Lantai 3, Jakarta (2/12).

Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Menristek Ainun Na’im, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemal Prihatman, serta tamu undangan lainnya.

Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Tahun 2019 diberikan kepada 18 dari 137 Pusat Unggulan Iptek (PUI), 3 (tiga) dari 15 BPPD Berkinerja Utama, penyerahan 24 Sertifikat Akreditasi Pranata Litbang, dan Apresiasi kepada 7 (tujuh) Lembaga Litbang Industri Inovatif/IIRDI Award.

Menristek/Kepala BRIN menambahkan, bahwa hasil yang telah dicapai saat ini bukan dari proses yang otomatis, melainkan hasil dari perjalanan panjang dan kerja keras para peneliti dan inovator yang berupaya menekuni suatu bidang ilmu kekhususan tertentu, yang kemudian akhirnya berbuah kepada hasil penelitian yang memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat, dan juga lahirnya inovasi yang diharapkan juga semakin memperlancar dan memperkuat pembangunan nasional Indonesia.

Menristek/Kepala BRIN juga mengingatkan terhadap turunnya daya saing menurut World Economic Forum melalui Global Competitivness Report. Posisi terakhir untuk tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat ke-50 dari 141 negara,  padahal sebelumnya pernah pada posisi ke-36. Untuk meningkatkan peringkat daya saing global ini, menurut Menristek harus ada upaya penelitian dan pengembangan yang lebih serius. “Karena hanya dari Litbang inilah kita bisa mencari cara agar Indonesia bisa lebih kompetitif dari negara lainnya”, tegasnya.

Dalam laporanya, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo mengatakan pihaknya terus berupaya memotivasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang), salah satunya memberikan apresiasi terhadap Lembaga Litbang, baik dalam lingkup Lembaga Litbang Pemerintah Kementerian (LPK), Lembaga Litbang Pemerintah Non-Kementerian (LPNK), Lembaga Litbang Daerah dan Lembaga Litbang Industri yang telah berkinerja unggul, inovatif dan berdaya saing.

Patdono mengatakan bahwa tugas dari Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti adalah melakukan pembinaan kepada semua Lembaga Litbang, baik yang ada di perguruan tinggi, kementerian lain, LPNK, maupun industri. “Dengan adanya pembinaan ini, maka masing-masing Lembaga Litbang bisa memfokuskan diri untuk unggul di bidangnya, supaya di bidang yang diunggulkan tersebut, Lembaga Litbang ini bisa menghasilkan inovasi”, terangnya.

Tercatat, hingga akhir tahun Kabinet Indonesia Kerja, output yang telah dihasilkan yaitu: 137 Pusat Unggulan Iptek (PUI); 15 BPPD Berkinerja Utama; 69 Pranata Litbang Terakreditasi, dan peningkatan jumlah kepesertaan Badan Usaha/Industri untuk mendapatkan IIRDI Award sebanyak 22 lembaga.

“Lembaga litbang pada saat lahir itu belum menjadi PUI, mereka masih mencari-cari keunggulannya di bidang apa. Maka Ditjen Kelembagaan melakukan pembinaan dalam 3 (tiga) tahun supaya pada akhirnya bisa menemukan jati dirinya unggul di bidang apa. Pada saat dia sudah terklasifikasi dan mempunyai keunggulan di bidang tertentu dengan bermacam kriteria di antaranya publikasi internasional dan hasil penelitian yang berhasil dihilirkan, maka mereka sudah menjadi PUI”, jelas Patdono.

Dalam hal mencapai tujuan untuk menghasilkan inovasi, peran dari PUI sangat penting. Hal ini cukup menggembirakan kata Patdono, “Sampai dengan tahun 2019, yaitu ada 833 paten; 2.442 publikasi internasional; 2.969 publikasi nasional; 3.544 kerjasama riset nasional; 1.094 kerjasama riset internasional; 20.302 kerjasama non riset; dan 6.686 kontrak bisnis dalam rangka hilirisasi produk unggulan lembaga litbang”, terangnya.

Saat ini sebaran PUI di Lembaga Litbang Pemerintah Kementerian (LPK) ada 53, di antaranya: 15 PUI di Kementerian Pertanian; 12 PUI di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; 12 PUI di Kementerian Kelautan dan Perairan; 8 PUI di Kementerian Perindustrian; 2 PUI di Kementerian Perindustrian; 2 PUI di Kementerian Kesehatan; 1 PUI di Kementerian ESDM. Di Lembaga Litbang Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) ada 49, di antaranya: 23 PUI di LIPI; 9 PUI di BATAN; 7 PUI di BPPT; 7 PUI di LAPAN; 1 PUI di Kementerian Ristekdikti; 2 PUI di BSN; 1 PUI di BIG; dan 1 PUI di BMKG. Di Badan Usaha ada 7 (tujuh), di antaranya: 6 PUI di PT. Riset Perkebunan Nusantara; 1 PUI di Perum Perhutani.

Sedangkan di Perguruan Tinggi ada 28, di antaranya: PUI di Universitas Brawijaya, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sriwijaya, Universitas Negeri Papua, Universitas Udayana, Universitas Jambi, Universitas Mataram, Universitas Syiah Kuala, Universitas Hasanuddin,  Universitas Ma Chung, Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, 6 PUI di IPB; 4 PUI di ITB; 2 PUI di ITS; 2 PUI di UGM; 2 PUI di Universitas Airlangga.

Adapun capaian PUI dalam bidang penguatan jejaring, hilirisasi, sinergitas, dapat digambarkan sebagai berikut: penguatan jejaring diseminasi pengguna melalui kegiatan Jambore PUI yang dilaksanakan oleh 78 lembaga sebanyak 357 kegiatan dan melibatkan + 10.000 peserta. Selain itu diseminasi hasil Litbang di daerah selama kurun waktu 2017-2019 di 65 daerah yang melibatkan sekitar 4.550 petani/nelayan.

Penguatan Hilirisasi tingkat Internasional melalui kegiatan Indonesia Innovation Day yang telah dilakukan di High Tech Campus Eindhoven, Belanda (2017) menghasilkan 1 Memorandum of Agreement, 6 Memorandum of Understanding dan 3 Letter of Intent; Kobe University, Jepang (2018) menghasilkan 1 Memorandum of Agreement, 6 Memorandum of Understanding dan 15 Letter of Intent dan Saarland University, Jerman (2019) menghasilkan 2 Cooperation Agreement, 1 Memorandum of Agreement dan 4 Memorandum of Understanding.

Sinergisitas lembaga litbang menghasilkan 1.089 simpul potensi sinergi antara 78 Pusat Unggulan Iptek dengan 7 bidang fokus dan 48 produk akhir. Contoh produk yang dihasilkan melalui sinergi lembaga litbang yaitu Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO), hasil kerjasama antara Puslitbang Hasil Hutan dan Puslit Informatika; Disain N219 Amphibi, hasil kerjasama antara Pustek Penerbangan dan Balai Teknologi Hidrodinamika; LAPAN UAV Survaillance Series, hasil kerjasama antara Pustek Penerbangan, Puslit Biomaterial, Balai Teknologi Polimer.

Sedangkan fokus pembinaan Badan Litbang Daerah dari Pembentukan Roadmap SIDa; Penguatan jejaring Aktor dan Unsur-unsur SIDa hingga Implementasi SIDa dalam kerangka peningkatan produktifitas output dan outcomes SIDa kepada masyarakat pengguna inovasi hasil penelitian dan pengembangan sesuai kebutuhan daerah. Outcome yang dihasilkan Badan Litbang Daerah hasil fasilitasi adalah:

  • Balitbangda Kabupaten Malang: meningkatnya produktifitas tanaman apel dengan luas lahan 360 ha; tumbuhnya ekonomi masyarakat sebagai dampak dari aktifitas wisata dengan jumlah pengunjung sekitar 2000 orang/tahun; serta tergalinya budaya lokal dengan tumbuhnya penari-penari muda karena berkembangnya wisata;
  • Balitbangda Provinsi Jawa Barat: meningkatnya jumlah petani terampil, 30 orang/tahun dalam membuat bubuk teh hijau (Green tea) hasil kolaborasi dengan Pusat Penelitian Tanaman Teh dan Kina Gambung, yang selama ini diimport dari Jepang;
  • Balitbangda Provinsi Riau: meningkatnya jumlah wirausaha baru yang diinkubasi yaitu 30/tahun, hasil implementasi SIDa sagu dilakukan dalam kawasan RSTP;
  • Balitbangda Sumatra Utara: meningkatnya jumlah wirausaha baru yang diinkubasi yaitu 30/tahun, hasil kolaborasi dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit.
  • Peningkatan manajemen mutu dari lembaga litbang sebagai kontribusi peningkatan kinerja lembaga litbang menuju Pusat Unggulan Iptek.

Berikut Daftar Penerima Apresiasi Lembaga Litbang Tahun 2019:

Penerima Penetapan Pusat Unggulan Iptek:

  • Balai Penelitian Teknologi Mineral – LIPI
  • Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika – Kementerian Pertanian
  • Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi – LIPI
  • Balai Riset dan Observasi Laut – Kementerian Kelautan Perikanan
  • Pusat Penelitian Bioteknologi – LIPI
  • Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan – Kementerian Kelautan Perikanan
  • Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit – Kementerian Kesehatan
  • Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai – Kementerian LHK
  • Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi – BPPT
  • Balai Riset Budidaya Ikan Hias – Kementerian Kelautan Perikanan
  • Pusat Sains Antariksa – LAPAN
  • Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar – Kementerian Pertanian
  • Balai Penelitian Tanah – Kementerian Pertanian
  • Balai Litbang Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor – Kementerian LHK
  • Pusat Teknologi Roket – LAPAN
  • Pusat Penelitian Limnologi – LIPI
  • Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik – LIPI
  • Loka Penelitian Teknologi Bersih – LIPI

Penerima Perpanjangan Penetapan Pusat Unggulan Iptek:

  • Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka – BATAN
  • Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI
  • Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan Perikanan – Kementerian Kelautan Perikanan
  • Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya – LIPI
  • Pusat Penelitian Bioteknologi – LIPI
  • Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan – Kementerian LHK
  • Balai Penelitian Tanaman Palma – Kementerian Pertanian
  • Balai Besar Industri Agro – Kementerian Perindustrian

Penerima Apresiasi BPPD Berkinerja Utama:

  • BPPD Kabupaten Lampung Barat;
  • BPPD Kabupaten Pelalawan; dan
  • BPPD Kabupaten Pangkep.

Penerima Sertifikat Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan:

  1. Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon – Kementerian Perindustrian
  2. Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) – PT. RPN
  3. Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Surabaya
  4. Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya – LIPI
  5. Balai Riset Pemuliaan Ikan – Kementerian Kelautan Perikanan
  6. Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam – LIPI
  7. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi – Kementerian Pertanian;
  8. Pusat Penelitian Teknologi Satelit – LAPAN
  9. Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Jakarta
  10. Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol – Kementerian Kelautan Perikanan
  11. Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh – LAPAN
  12. Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Bandung
  13. Balai Besar Keramik – Kementerian Perindustrian
  14. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai – Kementerian LHK
  15. Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika dan Informasi dan Komunikasi Publik
  16. Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Manado (BPSDMP Kominfo) Manado
  17. Pusat Penelitian Fisika – LIPI
  18. Pusat Penelitian dan Pengembangan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  19. Pusat Penelitian Kimia – LIPI
  20. Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar – Kementerian Perindustrian
  21. Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan – Kementerian LHK
  22. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan – Kementerian LHK
  23. Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado – Kementerian Perindustrian
  24. Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Palembang – Kementerian Kelautan Perikanan

Penerima Apresiasi Lembaga Litbang Industri Inovatif – IIRDI Award:

  • Dexa Medica
  • Martina Berto, Tbk.
  • Bio Farma (Persero)
  • Soho Global Health
  • Pupuk Kalimantan Timur
  • Pusat Penelitian Kelapa Sawit
  • INKA (Persero)

Reportase Kahfi/Foto Bagus