SURABAYA – Politeknik Pelayaran Surabaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Confrence on Maritime Education and Training (ICMET) ke-3, yang digelar di Sheraton Hotel, Surabaya, Kamis (21/11). Dengan tema “Enhance the Maritime Education and Training Roles for Sustainable Maritime Transportation System in Industrial Revolution 4.0 Era.

ICMET dibuka oleh Dirjen Perhubungan Laut R. Agus H Purnomo yang mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bersama Kepala BPSDMP Umiyatun Hayati Triastuti, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo serta Direktur Pendidikan dan Agama Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas Amich Alhumami.

ICMET merupakan even tahunan Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) yang diselenggarakan sejak tahun 2017. Dirjen Perhubungan Laut R. Agus H Purnomo mengatakan bahwa fokus Pemerintahan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 antara lain  peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan wilayah seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, kawasan bandara atau pelabuhan, dan kawasan produktif lainnya.

“Kedua fokus kerja tersebut berkaitan erat, dengan adanya pembangunan infrastuktur, yang membutuhkan SDM yang berkompeten sesuai dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

Agus mengatakan lembaga Diklat harus bisa menghasilkan SDM maritim Indonesia yang berkualitas dan mampu bersaing secara nasional maupun internasional untuk mendukung sistem transportasi berkelanjutan dalam era 4.0. “Saat ini Indonesia sedang berusaha untuk menjadi contoh peradaban logistik laut yang andal melalui distribusi logistik yang efisien dengan dukungan industri maritim yang kuat, pemanfaatan teknologi terkini dan SDM yang andal dan siap bersaing.”

Untuk itu, “semua pihak terkait perlu duduk bersama dan bekerja sama agar SDM yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman dan tentunya mensupport apa yang menjadi program pemerintah di bidang maritim,” terang Agus.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono menyampaikan kebijakan pengembangan pendidikan tinggi di bidang maritim. Bidang maritim menjadi salah satu dari enam kebijakan pengembangan di bidang vokasi.

Selain itu, Patdono juga menyampaikan data terkait lulusan politeknik yang saat ini masih banyak yang belum bisa mendapatkan pekerjaan karena kompetensi masih kurang baik. Berdasarkan data dari Bappenas yang menunjukkan bahwa dari Februari tahun 2016 sampai Februari tahun 2017, pengangguran lulusan politeknik naik 15% dan pengangguran dari lulusan universitas naik 25%.

Untuk mengatasi hal itu, maka pada tahun 2020 sampai tahun 2024 nanti, kata Patdono, kita akan melanjutkan revitalisasi pendidikan vokasi. Tujuannya adalah meningkatkan mutu agar lulusan vokasi paling lama dalam waktu tiga bulan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensinya.

“Strategi yang kita gunakan adalah mahasiswa politeknik tidak boleh diluluskan kecuali mereka mempunyai paling tidak satu sertifikat kompetensi. Karena untuk mendapatkan pekerjaan itu bukan ijazah, tapi sertifikat kompetensi”, jelas Patdono.

Sementara itu Kepala BPSDMP Umiyatun Hayati Triastuti juga menyatakan saat ini pemerintah tengah berupaya membangun dan mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan tenaga pendidik serta mengikutsertakan stakeholder dalam penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi, meningkatkan kualitas dan kuantitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan termasuk praktik magang yang berbasis kompetensi dan melakukan penguatan penyelenggaraan sistem sertifikasi profesi.

“Tingginya tantangan dalam sektor transportasi termasuk juga maritim membutuhkan SDM berkompeten yang mampu beradaptasi dan berinovasi untuk menciptakan sistem transportasi yang andal, tanpa sumber daya manusia yang unggul Indonesia tidak akan mampu untuk mengikuti perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 dan bersaing dalam pasar dunia,” jelas Hayati.

Hayati menambahkan, sejalan dengan visi misi Presiden Jokowi lima tahun kedepan bahwa dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi pada era industri 4.0 mendorong pemerintah semakin fokus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menitikberatkan pada tiga hal, yaitu pembangunan karakter positif, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, serta mendorong link and match antara industri dengan pendidikan vokasi.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi telah menekankan pada kerja sama dan kolaborasi dengan industri yang bisa menjadi laboratorium untuk memberikan pengalaman praktek riil bagi seluruh peserta didik.

Acara ini dihadiri oleh berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan, instansi pemerintah, BUMN dan stakeholder dari dalam dan luar negeri. Diharapkan acara ini dapat menjadi salah satu wadah bagi praktisi untuk dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam menyusun strategi bagi lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang maritim.

Reportase Tini/Kahfi Foto Tini