JAKARTA – 20 start up atau perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) binaan Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Kemenristekdikti bertemu dengan sebuah Tim Investment Committee di Hotel Le Meridien, Jakarta, (18/11). Pelaksana Tugas Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemal Prihatman yang memediasi keduanya berharap ke 20 start up dapat memanfaatkan dengan baik pertemuan tersebut sehingga mereka mendapatkan investor atau modal ventura.

20 start up dimaksud adalah Planteria – CV Inovasi Anak Indonesia; MASKIT – PT Sainsgo Karya Indonesia; Eatever – PT Teknologi Kuliner Indonesia; Khaira Energy – PT Khaira Energi Inovasi; PT FITS Mandiri; Renus Global Indonesia; Eggy Telur Asin – CV MSR Group; Cancimen Food – PT Miun Sinergi Nusantara; Washeru – CV Galanng Samudera Jaya; PT Gizi Sehat Indonesia; PT Swayasa Prakarsa; Tesla Daya Elektrika; Barokah Salima Jaya Food; CV Wira Jaya Nusantara; PT Interstisi Material Maju; PT Berkah Inovasi Kreatif Indonesia; PT Infistha Digital Indonesia; RH Keripik Talas; PT Kazee Digital Indonesia; dan Mango Day – Saudagar Buah Indonesia.

Sedangkan Tim Investment Committee terdiri dari CEO beberapa perusahaan, yaitu Jefri Rudiyanto Sirait/CEO Astra Ventura, Edward Ismawan Chamdany/CEO Ideosource, Eddy Danusaputro/CEO Mandiri Capital Indonesia, Sachin Gopalan/CEO Orbit Ventura, Kenneth Destian Tali/CEO PT Likuid Dana Bersama dan Nalin Singh/CEO Chairos-India. Tim Investment Committee selanjutnya akan menilai dan memverifikasi bisnis model, kebutuhan investasi dari sisi pendanaan, kelayakan finansial dan strategic plan sehingga masing-masing start up layak mendapatkan investor.

Salah satu anggota Tim Investment Committee Sachin Gopalan/CEO Orbit Ventura menilai ke 20 start up ini paling siap menjalankan proses berikutnya. Sachin Gopalan menyampaikan beberapa clue yang harus dimiliki oleh start up untuk mendapat modal ventura. Di antaranya skill language dengan investor harus seimbang, produk  R&D harus sudah diteliti dan dikembangkan, dan tentunya memiliki value yang tidak miliki perusahaan lain. “Mereka harus cepat membuat produk dan feature yang baru seiring dengan kebutuhan customer karena persaingan ketat dengan start up lain agar tetap update”, kata Gopalan.

Senada dengan Sachin Gopalan, CEO Chairos India Nalin Singh mengatakan agar start up fokus dalam menciptakan value, yakni dengan membuat perbedaan dengan start up lainnya agar investable oleh para investor. “Stop chasing valuation, but create value. Concentrate to your business”, ingat Singh.

Sementara itu CEO PT Likuid Dana Bersama Kenneth Destian Tali berharap ke depan pertemuan dan kesepakatan ini dapat ditindaklanjuti sampai evaluasi, dalam mempersiapkan para start up agar lebih siap untuk didanai. “Selain mendanai start up, kita juga build trust dengan mereka dan kita akan membuka akses-akses ke pihak investor yang lebih detil”, kata Kenneth.

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo menilai adanya pertemuan antara perusahaan modal ventura dengan ke 20 start up ini sangat tepat karena akan mendekatkan antara hasil-hasil inovatif yang ada di KST dengan investor. Selain itu, kesepakatan antar keduanya merupakan momentum strategis untuk menghidupkan iklim investasi bagi start up di KST demi terhilirisasinya hasil-hasil inovasi.

Penulis Kahfi/Foto Bagus/Editor Sakasuti