Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti belum lama ini menyelenggarakan kegiatan Forum Kawasan Sains dan Teknologi (KST) 2019 dengan tema “Penguatan dan Pecepatan Pengembangan KST di Indonesia” bertempat di Hotel Salak The Heritage Bogor (16/10). Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwigjo.

Forum KST merupakan sarana komunikasi antara pengelola KST se Indonesia dengan para pemangku kebijakan. Salah satunya adalah  mengkomunikasikan adanya berbagai tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan pengambangan KST, baik bagi pihak pengambil keputusan maupun pengelola KST.

Terkait tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan pengambangan KST ini,  Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo selaku wakil pemangku kebijakan mengatakan bahwa untuk membangun satu KST tidak mudah, karena sangat mahal dan memerlukan waktu yang lama. Apalagi nanti terkait dengan bagaimana menghilirkan hasil-hasil penelitian baik oleh perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dan pengembangan.

Patdono menambahkan, bahwa dari segi waktu berdasarkan pengalaman dari negara-negara lain, maka untuk mengembangkan menjadi KST yang mature ada yang memrlukan waktu hingga 35 tahun. Menurut Patdono untuk menjadikan KST yang mature hanya dalam waktu 5 tahun itu sulit diwujudkan.

Sedang dari segi pendanaan, di negara-negara maju tersebut sudah ada kerja sama pendanaan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Ditambah ada bantuan dari para filantropis, yaitu orang-orang kaya yang memberikan bantuan ke KST, apakah itu mendatangkan para peneliti atau dalam bentuk lain. Sedangkan di Indonesia penyandang dana seperti itu  masih belum ada.

Oleh karena itu, menurut Patdono pengembangan KST tak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Hal ini harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Yaitu membangun kerja sama dan kolaborasi antar unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media dalam rangka percepatan pengembangan KST. Patdono berharap forum KST ini bisa dijadikan arena untuk saling belajar bagaimana mengatasi hambatan dan tantangan itu.

Sementara itu Plt. Direktur Kawasan Sains dan Teknologi Kemal Prihatman dalam laporannya mengatakan bahwa Forum KST tahun ini akan difokuskan untuk melaksanakan Perpres No. 106 tahun 2017 tentang KST seperti pendampingan-pendampingan dalam pembangunan dan pengembangan KST, terlaksananya pendaftaran KST di seluruh Indonesia, dan pelaksanaan maturity KST.

Kemal juga melaporkan perkembangan program TTO (technology transfer office) yang merupakan salah satu komponen operasinya dari KST. Selain itu,  dalam upaya menjaring para investor masuk ke KST, menurut Kemal sudah dilakukan kerja sama dengan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) dalam mendukung permodalan ventura bagi pengembangan startup binaan KST di Indonesia.