JAKARTA – Kemenristekdikti melalui Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya membuka kerja sama dengan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) dalam mendukung permodalan ventura bagi pengembangan startup binaan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) atau Science Techno Park (STP) di Indonesia.

Perusahaan Modal Ventura (PMV) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan usaha modal ventura, pengelolaan dana ventura, kegiatan jasa berbasis fee, dan kegiatan lain dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan usahanya meliputi penyertaan saham (equity participation), penyertaan melalui pembelian obligasi konversi (quasi equity participation) dan atau pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil usaha (profit/revenue sharing).

Dengan adanya dukungan permodalan ventura ini, Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya mengadakan kegiatan kesiapan investasi (investment readiness) bagi 50 startup atau perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) yang telah terpilih. Kegiatan ini ditujukan untuk mengukur dan menganalisa kesiapan investasi dari 50 startup/PPBT tersebut agar dapat membuka peluang mendapatkan investor. Kegiatan diselenggarakan selama 6 hari mulai pada 9 Oktober 2019 hingga 16 Oktober 2019, di Jakarta.

Pada kegiatan ini dihadirkan ahli-ahli untuk mengetahui bagaimana melakukan proses ‘mengawinkan’ dengan investor. Diharapkan kegiatan ini dapat mengundang para investor yang ada di Indonesia untuk melihat dan memanfaatkan hasil-hasil produk inovasi di STP maupun di inkubator-inkubator yang ada di Indonesia.

Hadir Edward Ismawan Chamdani (Amvesindo) yang memaparkan materi untuk dukungan modal ventura dalam pengembangan KST. Sedangkan Sachin Gopalan (CEO Orbit Ventura) memaparkan perbandingan startup di beberapa negara, Skema kurasi investor readiness oleh Deddy (Chairos) dan crowd funding platform sebagai alternatif pendanaan startup untuk peluang pendanaan startup KST oleh Budi Sukmana (COO PT Likuid Dana Bersama).

Edward Ismawan Chamdani dari Amvesindo mengatakan bahwa momen ini sangat menarik karena investasi di Indonesia sangat besar ke startup, namun sayangnya lebih banyak Startup yang ke hilir belum yang di hulu. “Kalau yang kita lihat, fokus dari Ristekdikti khususnya di STP ini banyak yang fokus ke hulu terutama dari sisi Agrikultur. Di sini Amvesindo menjembatani investor untuk ikut serta berinvestasi bukan hanya yang di hilir tapi juga yang di hulu,” jelas Edward.

Ada sebelas parameter untuk mengukur dan menganalisa kesiapan investasi startup. Ke-sebelas parameter itu, adalah potensi dari ide, besaran pasar, pengembangan dan kinerja produk, pola operasional rendah biaya, legalitas dan kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau paten, kualitas sumber daya manusia dan tim, manfaat yang kompetitif, kematangan layanan dan produk, financial robustness, tata kelola perusahaan dan resiko.

Plt. Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemal Prihatman mengatakan “Tahap pertama sudah dilakukan seleksi, dari 50 produk unggulan dievaluasi, dikurasi dari sisi valuasi teknologi dan valuasi bisnisnya, dibuat reportingnya dan diidentifikasi oleh investor-investor di Indonesia.”

Beberapa startup binaan KST Kemristekdikti yang akan diikutkan dalam proses kurasi investment readiness diantaranya itu STP Universitas Indonesia (Thenblank, Belimbing Island, Vixovia, Eateve, dan lain-lain), STP Institut Pertanian Bogor (CV Wonderful Agriculture, CV Mandiri Berkah Bahagia, Berkah Inovasi Kreatif Indonesia (BIKI), FITS Mandiri dan CV Inovasi Anak Indonesia), STP Universitas Diponegoro (CV Unggul Jaya dan CV Salina Herbal), STP Unpad (Mango Day, Hallo Kombucha, Poplt Snack dan Cancimen Food), Solo Technopark (CV Rwin Development, PT Alberindo Prima Persada dan CV Phico Teknologi) dan Technopark Sragen (Karya Feduari, Olahan Vegeta Jaya, New Laras dan RH Kripik Talas).

Startup binaan Institut Teknologi Bandung Innovation Park (PT Tesla Data Elektrika, PT Kazee Digital Indonesia, PT Khaira Energi Inovasi, PT Akselerasi Edukasi Internasional, PT SyarQ Solusi Indonesia dan Learncy), STP Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PT Meisaf Perkasa Indonesia, PT Edukasi Online, CVPLCD Edukasi Nusantara, PT Urbanesia Teknologi Indonesia, PT Hydro Advance Indonesia, CV Evergreen Indonesia dan lain-lain) serta STP Universitas Gadjah Mada (PT Swayasa, Bantu Ternak dan Luminar).

Proses kurasi ditargetkan Kemal akan selesai pada akhir November 2019. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi dan setelah itu rencananya juga akan digelar festival pendanaan yang mempertemukan antara investor dengan inovator.

Kahfi/Bagus/Sakasuti