JAKARTA –  Direktorat Lembaga Litbang bersama Direktorat Kawasan Sains Teknologi (KST) dan Lembaga Penunjang Lainnya – Kemenristekdikti belum lama ini (22/8) mengadakan kegiatan media briefing terkait “Diseminasi Pelaksanaan Penguatan Kelembagaan: Pengembangan KST, platform sinergi Pusat Unggulan Iptek (PUI) dan Rencana Tindak Lanjut Indonesia Innovation Day (IID) 2019,” di Ruang Komisi 3, Gedung II BPPT, Jakarta.

Pengembangan KST, platform  PUI dan IID 2019 merupakan upaya untuk meningkatkan fasilitasi dan asistensi teknis dalam mendukung peningkatan kinerja lembaga litbang atau pengembang teknologi, serta mutu produk dan keberterimaannya pada industri baik nasional maupun internasional.

Direktur Lembaga  Litbang sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Direktur KST dan Lembaga Penunjang Lainnya, Kemal Prihatman mengatakan media briefing ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat sektor informasi yang merupakan satu dari lima sektor strategi pengembangan KST maupun lembaga litbang di Indonesia saat ini.

Hingga tahun 2019, Direktorat KST dan Lembaga Penunjang Lainnya telah berupaya mengembangkan KST melalui fasilitasi pengembangan kelembagaan, capacity building, penguatan hilirisasi hasil riset dan pengembangan inovasi serta pengembangan sarana dan prasarana.

Menurut Kemal, pengambangan KST saat ini telah berkembang dari sebelumnya triple helix (pemerintah, industri dan lembaga litbang) menjadi penta helix (pemerintah, industri, lembaga litbang, masyarakat, serta informasi dan media) demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah berbasis iptek.

Lebih lanjut Kemal mengatakan, bahwa “saat ini Direktorat Lembaga Litbang dan Direktorat KST dan Penunjang Lainnya juga sudah mempersiapkan Kawasan STP yang saat ini jumlahnya ada 45, sedangkan yang dibina oleh Kemenristekdikti ada sebanyak 18 KST dan juga sedang disiapkan sembilan Kawasan STP yang siap untuk mendukung kebutuhan industri maupun kebutuhan masyarakat.”

Delapan belas binaan KST tersebut di antaranya Pondok Pusaka Techno Park, STP Riau, STP Universitas Andalas, STP Sumatera Selatan, STP Kalimantan Utara, STP Papua Barat, Sumbawa Technopark, STP ITS, MSTP Jepara, Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Solo Technopark, KST Universitas, UGM Science Techno Park, STP UI, STP IPB, Oil Palm Science Techno Park (OPSTP) Medan, ITB Innovation Park , dan Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) Jember.

Melalui platform ini telah dilaksanakan berbagai kegiatan bersama yang menghasilkan produk unggul dengan penggunaan sumber daya riset yang lebih efektif dan efisien. “Target Kemenristekdikti menjadikan KST di Indonesia memberikan kontribusi pada peningkatan ekonomi nasional dan daerah serta berperan di ranah internasional,” kata Kemal lebih lanjut di hadapan para awak media nasional ini.

Rochani Hasbullah dari STP Institut Pertanian Bogor yang turut hadir dalam acara ini mempresentasikan keberhasilan KST dalam riset inovasi dan sekaligus menjual hasil produk tersebut. IPB-STP yang di launching tahun 2017 lalu ini telah melaksanakan berbagai kegiatan inovasi/layanan komersialisasi hasil riset melalui kegiatan inkubasi dan atauspin-off antara lain: PT. IPB SHIGETA Animal Pharmaceuticals, Biological Material, PT Fits Mandiri/Serambi Botani, PT. Intertisi Material Maju, PT. Rumah Rumput Laut, BIKI dan CV Wain.

Produk unggulan yang dihasilkan diantaranya : Vaksin flue burung merk Close 5.1, Macaca, Beras Analog, Madu Trigona, Kosmetik berbasis rumput laut, ekstrak torbangun sebagai ASI booster, aneka produk berbasis Kitosan, minuman kesehatan penurun kolesterol, dan lainnya. “Hasil-hasil penelitian ini adalah contoh produk yang prospektif dari penelitian-penelitian mahasiswa”, papar Rochani.

Contoh lain adalah dari Universitas Gadjah Mada Science Techno Park (STP). STP UGM telah menghasilkan PPBT dalam bidang Kesehatan dan Farmasi yakni PT. Swayasa Prakarsa dengan produk unggulan meliputi: Alat kesehatan (Inashunt, Ceraspon, NPC G Strip, GamaCha), Herbal (GamaFlue, GamaOptima, GamaDiab, GamaTensi, KalkuGama, GamaFresh) dan Pangan Sehat (My Cookies, Wedang Uwuh, Ubikies, Kasabi, Teh Jahe, Teh Serai).

Sementara ITB Innovation Park yang berfokus pada ICT dan industri kreatif, juga telah menghasilkan PPBT diantaranya : PT BIOPS Agrotekno, PT Bio Proshafa Karya, dan PT. Lokapoin Kreasi Indonesia. Produk yang diunggulkan adalah : Bio-N Propolis, Bio-N Oils (produk inovasi turunan propolis dan dikombinasi dengan minyak atsiri), Encomotion (teknologi penyiraman otomatis berbasis IoT) dan Lokapoin Apps (platform daring pemesanan homestay untuk traveler yang tak hanya mencari akomodasi dengan harga terjangkau, namun kualitas serta otentisitas nusantara).

Kolaborasi Industri Jangkar (anchor industry) juga telah dilakukan untuk mengakselerasi produksi massal produk inovasi KST sekaligus mencapai target pasar produk inovasi KST. Beberapa KST yang telah bekerja sama dengan industri diantaranya adalah : Solo Techno Park dengan PT. Prosan Alam Hijau, UGM Science Park dengan PT Phapros, ITBScience Park dengan PT Sinar Mas, dan Unpad Science Park dengan PT Darya Padma Enoes.

Keberhasilan tersebut sesuai dengan tujuan diimplementasikannya Peraturan Presiden (Perpres) No. 106/2017 Tentang Kawasan Sains dan Teknologi (KST). KST menjadi wahana yang dikelola secara professional untuk mengembangkan riset dan bisnis teknologi yang berkelanjutan, menumbuhkembangkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), dan memberikan layanan teknologi kepada Industri dan layanan pendukung lainya.

Perpres tersebut didukung dengan adanya Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No. 13 Tahun 2019 Tentang Rencana Induk Pengembangan KST 2015-2030 dan Permenristekdikti No. 25 Tahun 2019 Tentang Tata Kelola Penyelenggaraan KST.

Sementara itu, Direktorat Lembaga Litbang selama empat tahun, yaitu dari tahun 2015 hingga 2019,  telah membangun lembaga-lembaga litbang yang unggul dan sampai dengan saat ini telah terjalin lebih dari seribu potensi kegiatan sinergi di antara 137 lembaga litbang PUI, yang 109 di antaranya sedang dan akan dilakukan oleh lembaga litbang PUI pada tahun 2019.

Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian di Pusat Penelitian Informatika LIPI, Rifki Sadikin sebagai pelaku riset mengatakan sangat berterima kasih kepada Kemenristekdikti yang telah menyediakan platform sinergi PUI sehingga mendorong terjadinya kolaborasi antara satu instansi dan instansi yang lain.

“Dari PUI ini kita ada beberapa sinergi, salah satunya dengan pusat penelitian hasil hutan yang menghasilkan AIKO atau Alat Identifikasi Kayu Otomatis. Selain itu dengan BMKG kami sedang membuat Indonesia Weather Prediction. Kami juga bersinergi dengan Kementerian KKP,” terang Rifki. AIKO merupakan salah satu wujud dari sinergi yang dilakukan oleh P2I dan P2H LHK.

Pada akhir acara, Kemal mengumumkan bahwa Kemenristekdikti saat ini memberikan penghargaan yaitu IIRDI (Innovative Industrial Research and Development Institution) Award terhadap Badan usaha/ Industri yang memiliki unit kerja litbang dan atau melaksanakan kegiatan litbang dan penerapan iptek secara konsisten dan berkesinambungan, memanfaatkan dan mengembangkan hasil-hasil litbang, serta menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya saing.

Penulis/Foto: Kahfi  Redaksi: Sakasuti