BANDUNG – Sebanyak 60 peserta perwakilan dari Lembaga Litbang Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota dan para pejabat struktural di Lembaga Litbang Daerah menghadiri workshop Penguatan Kelembagaan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPD) tahun 2019 di Bandung (10/7).

Workshop Penguatan Kelembagaan BPPD Tahun 2019 yang mengusung tema “Bersinergi Lebih Baik” ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja BPPD dalam perannya mengkoordinasikan pelaksanaan implementasi Sistem Inovasi Daerah (SIDa) di daerah. Lembaga Litbang Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota diharapkan dapat bersinergi untuk tingkatkan kinerjanya.

“Tema yang diusung merupakan isu penting dalam penguatan SIDa, dengan  topik yang lebih spesifik pada peningkatan kapasitas SDM Iptek yang lebih berkualitas dan berintegritas sesuai etika penelitian,” ujar Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemal Prihatman.

Kemal Prihatman mengatakan kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Lembaga Litbang Daerah untuk menghadapi revolusi industri 4.0. “Peningkatan kemampuan SDM Iptek ini menjadi penting  dalam menjalani  era industri 4.0 yang sangat mengandalkan kepada SDM yang kreatif, inovatif dan imajinatif melihat tantangan dan peluang,” lanjut Kemal.

Pelaksanaan workshop ini merupakan bentuk pendampingan Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengembangan Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti pada Lembaga Litbang Daerah  tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota. Pendampingan ini dilakukan  dalam rangka  peningkatan kapasitas dan untuk mengawal  penerapan teknologi yang dibutuhkan di daerah.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) L.T. Handoko  berharap melalui acara ini, peran Lembaga Litbang Daerah semakin kuat dengan semangat sinergi dan kolaborasinya. “Lembaga Litbang Daerah harus berfungsi sebagai mediator dengan memperkenalkan kebutuhan-kebutuhan dari daerah ke pusat atau sebaliknya, membawa hasil penelitian yang ada di pusat yang relevan untuk daerahnya,” terang Handoko.

Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri Dodi Riyadmadji menjelaskan posisi Lembaga Litbang Daerah sebagai HAP (High Altitude Platform) untuk bisa mempermudah Pemda menjalankan fungsinya secara baik dan benar.

“Kita sedang mengkomunikasikan tentang apa-apa yang sudah kita perbaharui tentang persoalan perbaikan SOP atau pedoman untuk menjalankan penelitian, pengembangan, penerapan dan pengembangan inovasi, sedang kita lakukan penyempurnaan,” jelas Dodi.

Senada dengan Dodi, Kemal mengatakan bahwa yang paling penting bagi Lembaga Litbang Daerah di masa yang akan datang yaitu penguatan kelembagaan, SDM, SOP, serta perlunya sinergi kolaborasi antar lembaga baik di daerah dan pusat.

“Rencana ke depan sudah kita sepakati bahwa ada beberapa hal yang memang bisa kita sinergikan terkait dengan penempatan penyelesaian-penyelesaian kebutuhan SDM, program dan sebagainya. Bukan hanya Lembaga Litbang dari LIPI, tapi juga lembaga-lembaga Litbang dari Kementerian,” himbaunya.

#RisetBerdampak
#IptekUnggul
#PeningkatanKapasitasKelembagaan

Jurnalis/Penulis: Kahfi
Redaksi/editor: Rudsnow
Foto: Bagus