KERPEN JERMAN – Pada tahun 2019 ini Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti kembali mengadakan program beasiswa retooling ke lembaga-lembaga training top vokasi di luar negeri seperti ke Kanada, Jerman, Swiss, China, Australia atau Selandia Baru. Beasiswa retooling ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para dosen vokasi seluruh Indonesia.

Retooling peningkatan kompetensi ke berbagai negara tersebut rata-rata dilaksanakan selama delapan minggu antara Juni-September 2019 dengan mengambil berbagai topik seperti blended learning, energy resilience, commerce, healthcare, food resilience,  dan connectivity.

Pada awal bulan Juli 2019, Tim fact and finding Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti yang terdiri dari Ade Chandra (Politeknik Negeri Bandung), Darmansyah (Politeknik Negeri Banjarmasin) dan Sakti Nasution (Sekretariat Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti) berkesempatan meliput dan menelusuri salah satu tempat retooling para dosen vokasi di luar negeri itu, yaitu tepatnya di Kerpen-Jerman. Berikut laporannya:

Program retooling para dosen vokasi tahun 2019 di Jerman akan mengambil topik renewable energi/energi terbarukan, yang rencananya diikuti oleh 20 peserta. Partner yang akan menjadi provider pelatihan dan pengasahan skill dari jerman tersebut adalah Wirtschaft – Mensch – Umwelt / WMU GmbH (economy-man-environment).

WMU GmbH berdiri pada tahun 2007 dengan fokus sebagai organisasi penyelenggaran pendidikan dan pelatihan kompetensi bagi pakar maupun pengelola pendidikan kejuruan berskala internasional. Beberapa tahun terakhir, berbagai program pelatihan telah diimplementasikan untuk area di wilayah Asia khususnya Cina, Mongolia, Vietnam, Laos dan Korea.

Fokus pelatihan yang biasa dilakukan oleh WMU GmbH adalah pemberian pengetahuan dan pengelolaan Pendidikan Vokasi (VET), sehingga beberapa materi pelatihan yang dominan diberikan adalah terkait metodologi untuk pengembangan kurikulum yang berorientasi kerja, desain VET modern dengan acuan kurikulum yang berorientasi pada proses kerja, serta konsolidasi didaktik pengetahuan dan keterampilan dengan pendekatan action oriented method. Untuk mendukung kebutuhan user, WMU GmbH juga siap melakukan penyesuaian materi pembelajaran sesuai dengan permintaan dari client.

WMU GmbH merencanakan pemberian pelatihan yang mengacu/berorientasi kepada kebutuhan dan karakteristik khusus peserta sesuai dengan negara asalnya. Semua materi pelatihan yang diberikan kepada peserta akan berorientasi praktis. Ini akan bekerja dengan berbagai metode dan perubahan bentuk sosial. Seminar dan lokakarya dilaksanakan mengikuti prinsip “learning by doing”.

Pelatihan dirancang berorientasi aksi sehingga peserta dapat mengalami metode modern dalam praktik. Dalam pelatihan juga akan diterapkan metode meta-plan, brainstorming dan mindmapping. Metode Modern dijelaskan dan digunakan dalam aplikasi oleh para peserta untuk memperoleh pengetahuan baru.

Sesuai dengan topik di Jerman ini, maka WMU GmbH berkolaborasi dengan training provider lain yang akan menyampaikan pengetahun dan keterampilan teknis yang dipersyaratkan. Ada 2 institusi pelatihan dan pendidikan vokasi yang akan turut serta dalam program ini. Kedua institusi ini adalah Hessische Landesstelle fuer Technologiefortbildung (HLfT) di Gross Gerau dan Lucas Nuelle GmbH (LN) di Kerpen.

Hessische Landesstelle fuer Technologiefortbildung menawarkan program pelatihan untuk para profesional dan eksekutif di bidang elektronik, teknologi informasi dan komunikasi, energi terbarukan, teknologi lingkungan serta manajemen pendidikan. Hessische Landesstelle ini adalah lembaga yang didirikan dengan tujuan utama untuk mempromosikan pendidikan vokasi untuk negara-negara mitra. Hessische Landesstelle berafiliasi dengan Gross-Gerau College.

Sedangkan Lucas-Nülle GmbH dengan kantor pusatnya di Kerpen berkembang dan memproduksi sistem pelatihan dalam teknologi di berbagai bidang seperti teknik listrik dan elektronik, teknologi otomasi, mekatronik, komunikasi dan teknologi otomotif. Selama lebih dari 45 tahun, Lucas Nuelle telah menjadi provider pelatihan kejuruan yang dipercepat oleh inovasi teknis dalam kemajuan digitalisasi.

Posisi ke tiga provider pelatihan ini cukup berjauhan, yaitu sekitar 210 – 440 km, namun dengan materi yang komprehensif semoga peserta tidak jenuh dan tetap fit saat perjalanan antara kota yang menjadi tuan rumah di setiap topik materinya.

Rencana Pelaksanaan

Sesuai dengan rencana yang diajukan, WMU GmbH menawarkan retooling dosen vokasi di bidang energi terbarukan. Durasi pelaksanaan pelatihan adalah 8 minggu (dari tgl 22 Juli 2019 – 14 September 2019). Durasi 8 minggu pelaksanaan pelatihan akan dibagi menjadi :

  • 1 minggu pertama adalah materi didactic yang akan diberikan oleh WMU GmbH di Magdeburg,
  • 2 minggu berikutnya adalah materi terkait photovoltaic yang dilaksanakan di HLfT yang berlokasi di Gross Gerau (420 km dari Magdeburg)
  • 2 minggu berikutnya adalah materi terkait Windmill Power-plant, Hydro Power-plant serta power transmission yang dilaksanakan di LN Kerpen yang berlokasi 210 km dari Gross Gerau.
  • 3 minggu terakhir akan kembali ke WMU GmbH di Magdeburg untuk mengembangkan project serta simulasi yang dapat disusun oleh kelompok peserta serta persiapan uji kompetensi tertentu. Sebagai pengetahuan praktis lainnya, diminggu ke 6 atau 7 akan dibawa field trip untuk mengetahui penerapan teori dan simulator yang sudah dipahami menjadi bentuk nyata yang berada di industry/pabrikan yang dapat diarahkan oleh WMU.

Pelaksanaan pelatihan perhari berkisar antara 7 sampai 9 jam, sesuai dengan skenario pelatihan yang sudah disusun. Pelaksanaan pelatihan di Jerman bersamaan dengan musim panas sehingga relatif siang hari di Jerman lebih panjang.

Fasilitas Pelatihan Kompetensi

Tim mengunjungi 2 venue pelatihan yaitu di Kerpen (LN) dan HLfT di Gross Gerau. Sarana pendukung pelaksanaan pelatihan di Lucas Nuelle Kerpen, sesuai dengan profil dari institusi ini, memang relatif dipenuhi oleh media simulasi pengelolaan pelatihan yang modern dengan pendekatan otomasi yang terintegrasi melalui teknologi komputasi.

Di lokasi ini simulator proses elektronik dalam sebuah kendaraan dimodelkan secara faktual dan tersambung pada sistem kontrol yang memungkinkan peserta pelatihan dapat mengendalikan dan mensimulasi model pengelolaan proses elektronis dari sebuah kendaraan.

Model ini dapat dijadikan media memahami konsep penggunaan energi listrik dan juga energi bio fuel yang menjadi penerapan dari konsep energi terbarukan.

Selain simulator otomotif system, di Lucas Nuelle Kerpen juga memiliki beberapa model simulasi untuk sumber energi tenaga angin (wind power plant), photovoltaics, hydroelectric power plant serta simulasi SCADA yang dapat mengintegrasikan pengelolaan power management yang dapat memudahkan pemahaman dari peserta pelatihan.

Semua peralatan simulator tersambung dengan media electronic contain management system yang menyediakan materi terkait secara online serta dapat ditampilkan dalam model multimedia yang dapat membantu pemahaman akan sumber pengetahuan bagi peserta pelatihan.

Direncanakan bahwa setiap peserta akan dapat mengakses semua fasilitas tersebut sesuai dengan regulasi yang diterapkan di Lucas Nuelle. Materi softcopy dimungkinkan untuk di copy dan dibawa pulang oleh peserta.

Kunjungan di hari ke-2 yaitu ke HLfT yang berada di Gross Gerau (lokasi 210 km dari Kerpen yang menjadi tujuan kunjungan hari pertama). HLfT adalah sebuah institusi pendidikan vokasi yang terintegrasi mulai dari pendidikan tingkat dasar, menengah sampai pendidikan tinggi.

Dengan terintegrasinya sarana dan prasarana pendidikan vokasi untuk pengelolaan energi terbarukan, khususnya untuk Photovoltaics, maka pelatihan  hanya akan menggunakan 2 kelas untuk media diskusi dan 2 workshop yang diperuntukan bagi pendidikan tinggi.

Untuk mendukung simulasi juga dimiliki fasilitas laboratorium computer dengan kapasitas 13 unit. Sehingga untuk 20 peserta direncanakan dibuat 2 kelompok dengan shift materi dan implementasi pelatihan yang saling silang.

Di venue ke-2 ini dominan peralatan laboratorium adalah sistem nyata dari photovoltaic dan tidak lagi dalam bentuk simulator. System Photovoltaics yang dimiliki ada dalam ukuran ril yang dapat menerima pancaran sinar matahari beserta ukuran dan alat yang relevan untuk mengendalikan penerimaan sinar matahari yang maksimal.

Fasilitas Akomodasi

Dalam kunjungan ke Jerman ini selain memastikan silabus dan kesiapan sarana dan prasarana pelatihan, juga tim berkesempatan untuk mengunjungi sarana akomodasi, khususnya untuk pelaksanaan di venue HLfT di Gross Gerau. Sedangkan akomodasi di Magdeburg dan Kerpen, tim tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengunjunginya. Dalam pemaparan pihak WMU GmbH disampaikan bahwa akomodasi di 3 venue yang menjadi tempat pelaksanaan di Jerman direncanakan sebagai berikut :

  • Untuk venue di Magdeburg akan dialokasikan akomodasi berupa apartement dengan 1 kamar untuk 2 peserta, atau alternatif lainnya adalah di hotel yang tidak terlalu jauh dengan venue pelatihan.
  • Untuk lokasi Lucas Nuelle di Kerpen, rencana akomodasi adalah di hotel dengan kapasitas per ruangan adalah 2 peserta.

Sedangkan akomodasi di HLfT Gross Gerau akan menggunakan Guest House yang dimiliki HLfT dan lokasinya tidak jauh dari venue pelatihan, sehingga dengan berjalan kaki pun lokasi Guest House dapat dicapai.

Guest House yang dimiliki HLfT ada 2 dengan lokasi yang saling berhadapan. Satu guest house disebut dengan guest house lama, dan satu lagi guest house baru yang sudah dilakukan renovasi dalam beberapa waktu sebelumnya. Kapasitas setiap guest house ada 27 dan 30 kamar, namun bersamaan dengan pelaksanaan retooling di Jerman guest house ini sudah ditempati oleh beberapa program pelatihan lain dengan peserta dari negara di asia maupun afrika.

Pengelola guest house menyatakan bahwa kemungkinan peserta akan dialokasikan sebanyak 14 peserta di Guest House baru dan 6 peserta lainnya ditampung di guest house lama.

Untuk mengurangi adanya complain dari peserta, karena adanya layanan dan fasilitas yang berbeda, maka tim sudah memintakan agar semua peserta mendapatkan layanan yang sama, apakah di guest house baru atau di akomodasi lain yang dapat menampung 20 peserta secara bersamaan. Pihak WMU GmbH menyatakan bersedia mengusahakan pemenuhan atas tuntutan dari tim.

Sarana yang dimiliki guest house baru adalah setiap kamar tidur cukup luas dan hanya akan ditinggali oleh 1 orang peserta. Dalam kamar sudah ada kamar mandi. Guest house memiliki ruang pertemuan yang dapat menampung 5 – 10 orang dengan dilengkapi computer dan wifi. Tersedianya sarana olah raga dan kebugaran. Dapur dan ruang masak yang dilengkapi kulkas besar, kompor, rice cooker dan media masak lainnya. Sehingga dimungkinkan untuk mempersiapkan sarapan maupun makan malam yang tidak ditanggung oleh pelaksana pelatihan.

Perbedaan sarana dengan guest house lama adalah kamar mandi yang tidak ada di area kamar tidur, berbentuk seperti kamar mandi bersama (ada sekat antara 5 kamar mandi) dengan jumlah lebih dari 2 lokasi.

Penandatanganan Kontrak

Dalam kunjungan di hari pertama, selain mengunjungi sarana dan prasarana pelatihan di Lucas Nuelle Kerpen, tim pengelola dari WMU GmbH juga turut hadir setelah menempuh perjalanan 5 jam dari Magdebur. Skenario ini dilakukan dalam rangka diskusi dan negosiasi terkait isi draft perjanjian yang sudah dikomunikasikan via email.

Pihak WMU GmbH relatif akomodatif dan dapat memahami isi kontrak sehingga di akhir pertemuan kontrak dan kesepakatan permbayaran dengan komposisi 80% – 20% dapat diterima dan ditandatangani. Pihak WMU GmbH pun melakukan respon segera dalam memenuhi permintaan invitation letter untuk kebutuhan penerbitan visa peserta di Indonesia.

Perubahan yang relatif membutuhkan penyelesaian administrasi yang berbeda adalah jumlah hari pelatihan yang awalnya 6 minggu menjadi 8 minggu, walaupun dalam dokumen kontrak sudah sesuai (8 minggu) namun dalam pembahasan di tim pengelola Retooling masih memahaminya 6 minggu saja.

Semoga semua tetap berjalan lancar dan pengelolaan retooling di Jerman berjalan sesuai rencana dan menghasilkan pembaharuan pengetahuan bagi para dosen perguruan tinggi vokasi yang maksimal.

Selamat mengikuti retooling!

#ProgramKerja
#PemerintahBekerja
#RevitalisasiVokasi
#PendidikanTinggiBermutu