TANGERANG – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sedang menyiapkan program studi terkait industri 4.0, yang menekankan pada pola ekonomi digital, intelegensi artifisial, big data, otomasi, robotika, komputasi awan (cloud) dan sejenisnya. Perkembangan era industri 4.0 tidak harus dilihat sebagai ancaman.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo ketika berbicara pada seminar nasional “Strategi Peningkatan Kualitas Calon Notaris Era 4.0” di lingkungan kampus UPH Lippo Karawaci, Tangerang 4/7/2019. Patdono menyampaikan hal itu dalam menyikapi perkembangan pendidikan profesi di era revolusi industri 4.0.

Seminar ini diadakan oleh Program Studi Kenotariatan UPH yang tergabung dalam Forum Kerjasama Program Studi Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Swasta membahas  peran dan profesi notaris menghadapi era revolusi industri 4.0 tadi. Perkembangan era industri 4.0 ini juga dikenal dengan fenomena disruptive innovation yang dianggap bisa mengancam keberlangsungan pekerjaan manusia, termasuk profesi notaris yang akan tergantikan oleh teknologi baru.

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti ketika mendengarkan hal ini menganggap fenomena ini tidak harus dilihat sebagai ancaman. Sebaliknya, menurutnya, para notaris di Indonesia justru harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi ini. Teknologi tentunya bukan untuk ditakuti namun untuk dijadikan tantangan. “Di era 4.0 dalam bidang kenotariatan, kemajuan teknologinya dapat dimanfaatkan, contohnya seperti teknologi untuk mengidentifikasi antara mana akta yang otentik dengan yang tidak,” terang Patdono.

Patdono kembali mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus dapat mengikuti dan memanfaatkan kemajuan teknologi ini, seperti yang dilakukan  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam menyiapkan program studi terkait industri 4.0, yang menekankan pada pola ekonomi digital, intelegensi artifisial, big data, otomasi, robotika, komputasi awan (cloud) dan lainnya.

Dalam acara ini  hadir perwakilan Menkumham, yang dalam keynote speech-nya mengatakan tengah melakukan pembenahan-pembenahan dalam rangka mewujudkan calon notaris yang berkualitas. Sementara Mochtar Riady selaku wakil UPH menyambut optimis tujuan dari seminar ini akan membawa dampak besar bagi perkembangan profesi notaris kedepannya.

#ProgramKerja
#PendidikanProfesiBermutu
#PendidikanTinggiBermutu

Jurnalis/Penulis : Kahfi
Redaksi/Edidtor :  Sakasuti

Foto : Bagus