ONTARIO-TORONTO KANADA – Salah satu lokasi program beasiswa retooling peningkatan kompetensi para dosen vokasi Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti ke lembaga-lembaga training vokasi di luar negeri pada tahun 2019 ini adalah negara Kanada. Tepatnya di dua perguruan tinggi top yang bernama Niagara College (Niagara on the Lake) di Ontario dan Seneca College (Seneca College of Applied Arts and Technology) di Toronto.

Program beasiswa retooling baik di dalam negeri ataupun di luar negeri merupakan kombinasi antara pelatihan kompetensi bersertifikasi dan magang di lembaga pendidikan atau mitra industri sesuai dengan kompetensi yang diikuti. Pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tersebut diharapkan nantinya dapat meningkatkan kompetensi dan memacu perguruan tinggi vokasi dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Pada tanggal 24-25 Juni 2019, Abdullah Helmy (Politeknik Negeri Malang), Dwi Susanto (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) dan Arief Anang Sudradjad (Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti) berkesempatan melakukan kegiatan sebagai Tim facts and findings guna melakukan verifikasi kedua perguruan tinggi calon penyelenggara retooling/pelatihan di Kanada tersebut. Berikut laporannya:

Facts and findings perlu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas, kesesuaian jadwal kegiatan, sarana dan prasarana retooling/pembelajaran, akomodasi dan konsumsi, kontrak pelaksanaan pekerjaan, dan hal lainnya yang tertulis di dalam proposal serta mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan yang dapat muncul pada saat pelaksanaan kegiatan retooling nanti.

Retooling peningkatan kompetensi para dosen vokasi Indonesia di Kanada ini akan dilaksanakan di dua tempat berbeda,  yaitu di Niagara College (Niagara on the Lake) dan di Seneca College (Seneca College of Applied Arts and Technology), yang masing-masing diikuti oleh 15 orang dosen vokasi.

Niagara College, Ontario

Pada tanggal 24 Juni 2019, di kampus Niagara College, Ontario tim melakukan dua kali pertemuan. Pada pertemuan sesi pertama Tim diterima oleh Joanne Maltby (Internal Contract Training Manager) dan Sean Coote (Director of International Division) yang memberi penjelasan secara umum berkenaan dengan aktifitas sehari-hari dan keberadaan kampus Niagara College.

Pada pertemuan kedua, Tim melakukan pertemuan dengan Damian Goulbourne (Associate Dean Hospitality, Tourism, and Sport), Zach Hallbory (staf pengajar bidang Sport) dan Patricia Wellington (penyusun kurikulum untuk retooling) guna membahas dan mendidkusikan jadwal/waktu kegiatan, sarana dan prasarana yang akan digunakan, sertifikat yang akan didapatkan, kontrak dan berkenaan hal terkait lainnya.

Retooling di Niagara College diikuti sebanyak 15 peserta dengan pilihan topik yang berkaitan dengan bisnis pariwisata, yaitu travel management. Waktu pelaksanaan retooling ditempuh selama enam minggu (22 Juli-30 Agustus 2019). Materi dari topik yang telah dipilih tadi dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu profesional development and competency building, applied tour planning course dan  service learning projects.

Peserta akan mengikuti teori selama dua minggu untuk membuat proyek tour company dari nol, dan empat minggu berikutnya akan diisi dengan praktek. Para peserta sebanyak dua kali seminggu akan melakukan kunjungan ke industri untuk mendapatkan permasalahan dan permasalahan tersebut akan diselesaikan oleh peserta secara berkelompok. Total praktek ke industri akan dilakukan sebanyak tujuh kali (seven work experiences).

Selain itu, setiap peserta diwajibkan membuat student report, mengikuti mid term dan final term assessment. Mid term dilaksanakan setelah dua minggu sesi teori. Assesment akan dilakukan secara group dan juga individual. Setelah mengikuti kegiatan retooling, perserta akan mendapatkan certificate of completion yang berisi program outcome dan hasil assessment.

Menurut pihak Niagara College, waktu pelaksanaan retooling para dosen vokasi dari Indonesia ini bertepatan saat musim panas (summer) pas saat masa-masa sibuk industri pariwisata di Niagara, sehingga tidak mungkin mengikutkan peserta dalam magang di industri pariwisata tersebut. Namun, pihak kampus mengusulkan pada bulan April-Maret terdapat peluang untuk mengikutkan magang di industri pariwisata disana.

Setelah melakukan pertemuan, tim mengunjungi sarana dan prasarana pembelajaran seperti teaching winery, teaching greenhouse, teaching brewery, lahan pertanian anggur, dapur tempat praktek memasak, auditorium untuk kuliah memasak khusus oleh chef terkenal dan tempat penginapan peserta.

Lokasi penginapan peserta ini terletak di Queenston St, yang berjarak sekitar 20 menit dengan menggunakan bis. Tim melihat kesiapan sarana dan prasarana yang tersedia untuk para peserta serta kelayakan kebersihan, sarana memasak, sarana kebersihan, faktor keamanan dan sarana transportasi ke tempat kegiatan retooling.

Setiap peserta akan mendapatkan kartu mahasiswa yang dapat digunakan untuk naik bis dari tempat tinggal ke kampus atau sebaliknya, secara gratis. Kartu mahasiswa tersebut hanya dapat digunakan naik bis di wilayah Niagara saja, tidak ada uang didalamnya, sehingga peserta tidak perlu mengisi. Untuk hari pertama ada staf Niagara College yang menjemput di penginapan untuk mengajak dan mengajari peserta naik bis ke kampus.

Terdapat sarana dapur yang dapat digunakan peserta untuk memasak sendiri, karena sarapan dan makan malam disiapkan sendiri. Makan siang dapat dibeli di kampus (seharga $5-$12 CAD) atau peserta dapat membawa persediaan makan sendiri. Di kantin kampus terdapat microwave yang dapat digunakan untuk menghangatkan makanan.

Grocery store dan masjid (untuk sholat Jum’at) berada dekat dengan tempat penginapan. Jika peserta perlu laundry dapat membayar dengan menggunakan koin yaitu cuci $2 CAN dan mengeringkan cucian $2 CAN.

Seneca College, Toronto

Hari berikutnya, pada tanggal 25 Juli dari Niagara College, Ontario, Tim menuju ke Seneca College, Toronto menggunakan kereta api selama dua jam lebih perjalanan. Di Seneca College ini Tim diterima oleh Ranjan Bhattacharya (Dean Faculty of Applied Science and Engineering Technology), Hadi Shaheen (International Office of Seneca College), Jos Nolle (Dean Seneca International) dan Farrah Kamani (Internatonal Office, Project Manager).

Dari pihak kampus, Tim menerima penjelasan secara umum mengenai Seneca College, antara lain dikatakan bahwa Seneca sudah memperoleh sertifikasi sebagai lembaga dan pengajar dari Siemens. Setelah itu, tim melakukan pembahasan terkait detail pelaksanaan agenda pelatihan yang menyangkut sertifikat, materi pelatihan, sarana dan fasilitas yang dapat digunakan selama peserta mengikuti pelatihan dan juga perlengkapan lain yang perlu disiapkan oleh peserta.

Pada pertemuan ini juga dibahas mekanisme pelaksanaan kegiatan di dua kampus Seneca, yakni di king campus dan Kampus Seneca di Finch. Kegiatan di king campus ini  diadakan selama lima hari, yang diperkirakan akan dilaksanakan pada minggu kedua pelaksanaan retooling.

Retooling di Seneca College ini diikuti sebanyak 15 peserta dari berbagai perguruan tinggi vokasi di tanah air, dengan pilihan topik mechatronics systems assistant. Materi yang diberikan merupakan permasalahan yang ada di industri. Selama retooling rencananya ada kunjungan sebanyak tiga kali ke industri.

Secara keseluruhan, retooling ditempuh selama empat minggu (22 Juli-16 Agustus 2019).  Empat jam pertama di pagi hari diberikan materi, setelah itu peserta melaksanakan aktifitas. Perkuliahan dimulai pada pukul 8:30 waktu Kanada dan berakhir pada 16:45. Istirahat pukul 12:30 hingga pukul 13:30. Pada hari Jum’at kelas akan diadakan pagi saja, kemudian peserta dapat pergi ke masjid naik bus, setelah sholat Jum’at tidak ada materi lagi.

Setelah menyelesaikan retooling, seluruh peserta akan mendapatkan certificate of completion. Peserta juga akan diberikan sertifikat Siemens Sertificate Mechatronics for Level 1 (asisstent) namun  peserta harus menempuh ujian dan lulus ujian terlebih dahulu. Pihak Seneca  juga memungkinkan untuk mengadakan pelatihan bagi para perseta untuk mendapatkan SMSCP Level 2 (maintenance).

Setelah melakukan pertemuan, tim melakukan visitasi ke sarana dan prasarana pembelajaran seperti ruang kelas dengan fasilitasnya yang lengkap, laboratorium mechatronics, robotic, perpustakaan, ruang serba guna dan laboratorium pengolahan big data yang sedang dalam tahap pengembangan.

Selanjutnya tim mengunjungi tempat penginapan para peserta yang terletak di dalam kampus (walking distance). Kunjungan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana, kebersihan, keamanan, sarana memasak, sarana kebersihan dan hal terkait lainnya. Penjelasan berkenaan dengan kondisi penginapan oleh Harley Freedman (sales and conference manager).

Penginapan tersebut mirip seperti hotel, baik secara fisik ataupun pengelolaannya. Masing-masing unit memiliki dua kamar dan satu kamar mandi. Masing-masing ruang/unit memiliki dapur yang bisa digunakan dan dilengkapi dengan kulkas dan microwave. Setiap kamar akan dibersihkan satu minggu sekali oleh petugas.

Peserta akan disediakan tas yang berisi handuk, detergen dan kartu laundry. Tiap kamar akan mendapatkan kartu laundry yang bisa diisi uang. Sekali mencuci seharga $2 CAD. Tersedia sarana mesin laundry tersedia di lantai genap. Sementara untuk sarapan, makan siang dan malam akan disediakan oleh Seneca College.

Di sekitar bangunan penginapan terlihat kantin dan tempat belanja ala Indo Maret. Peserta disarankan mengunduh aplikasi penginapan yaitu the digital concierge dari play store yang akan banyak membantu peserta selama di Seneca.

Berkaitan dengan transportasi peserta, Pihak Seneca College akan membantu peserta membeli presto card, apabila ingin jalan-jalan naik bis atau menggunakan kereta api selama di Toronto. Akan diadakan kunjungan ke Niagara Falls bagi peserta, yang diperkirakan akan dilaksanakan pada minggu ke dua. Pihak Seneca College juga mengagendakan dua social event lainnya.

Selamat mengikuti retooling!

#ProgramKerja
#PemerintahBekerja
#RevitalisasiVokasi
#PendidikanTinggiBermutu

Foto cover: niagaracollage.ca