SURABAYA – Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) mengakui pertumbuhan lembaga inkubasi selama lima tahun terakhir maju cukup pesat, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Dari sisi jumlah, inkubator bisnis teknologi saat ini mencapai  150 lembaga, padahal lima tahun lalu jumlahnya sangat minim. Begitu juga dari sisi kualitas, inkubator bisnis kini sudah mampu melahirkan banyak pengusaha pemula berbasis teknologi di berbagai bidang.

Menurut Ketua Asosiasi Asril F Syamas, kemajuan lembaga inkubasi Ini  karena perhatian pemerintah yang cukup besar, baik melalui bantuan pelatihan,  bantuan dana hibah, insentif  yang diberikan kepada tenan, program pembinaan tenan dan lainnya. Meski  demikian, dari jumlah perguruan tinggi yang ada, hanya sebagian kecil saja yang memiliki lembaga inkubasi bisnis.

Tercatat, baru 48 perguruan tinggi negeri dan  32 perguruan tinggi swasta yang memiliki lembaga inkubasi bisnis. Padahal Indonesia memiliki 4.600 perguruan tinggi,  dan 3.300 diantaranya dibawah koordinasi Kemenristekdikti.  Ini masih sangat disayangkan mengingat perguruan tinggi adalah gudangnya riset.

Berita terkait: MOU Mempercepat Pertumbuhan Start-up di Indonesia
Baca juga:  Tidak Cukup Hibah, Start-up Perlu Pinjaman Lunak

Asril mengharapkan riset harus dilanjutkan ke tingkat aplikasi bisnis yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. Untuk itu, sejak 2019 pihaknya merasa optimis karena Kemenristekdikti sudah mewajibkan semua perguruan tinggi di Indonesia memiliki lembaga inkubasi bisnis teknologi, terutama yang terakreditasi A dan B.

Setelah perguruan tinggi memiliki lembaga inkubasi, Pemerintah melalui Kemenristekdikti melakukan pembinaan dengan pelatihan dan bantuan dana hibah. Bantuan tersebut untuk menjawab tantangan kebutuhan Bangsa Indonesia yang butuh banyak pengusaha agar perekonnomian meningkat dan tumbuh pesat.

“Dengan bantuan yang diberikan pemerintah, inkubator  diharapkan mampu meningkatkan kapasitasnya atau kempampuanya  dalam program inkubasi bisnis. Pembinaanya meliputi pembenahan lembaga, kelengkapan fasilitas dan infrastruktur, tata kelola sumber daya manusia, dan pengetahuan tentang bisnis dan marketingnya. Dari hasil binaan ini, sudah banyak tenan yang muncul dari di bidang  teknologi informasi dan komunikasi, agro, enginering, energi dan lainnya,” jelasnya. (*)

#PemerintahBekerja
#ProgramKerja
#PendidikanTinggiBermutu
#InovosiKitaInovasiBangsa

Reporter dan Foto: Rio/cahyo
Redaksi: Sakasuti