SURABAYA – Bicara soal Inkubasi Bisnis, tentu kita akan teringat dengan Prof. Dr. Ir. Hadi Karia Purwadari. Guru Besar Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Institut Pertanian Bogor yang sudah purna bakti ini dikenal sebagai bapaknya inkubator bisnis Indonesia. Tidak diragukan lagi komitmennya terhadap lembaga inkubasi dan mencetuskan Asosiasi Inkubasi Bisnis Indonesia pada tahun 1996 di Tawangmangu Solo yang mengawali membentuk lembaga ini hanya dengan 6 lembaga.

Lalu bagaimana tanggapan pria kelahiran  Bogor 21 Agustus 1946 ini setelah Asosiasi Inkubasi Bisnis Indonesia ini berusia 24 tahun?

Menurutnya, Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia didirikan tahun 1996 di Tawangmangu Solo yang waktu itu jumlah inkubatornya hanya  sekitar enam sampai sepuluh lembaga. Sementara sekarang jumlah lembaga inkubator bisa mencaapai 130 hingga 150 lembaga. Jumlah lembaga ini booming setelah adannya Perpres Tahun 2013 dan Permenkop dan UKM Tahun 2015.

“Sekarang pemerintah sudah banyak memperhatikan inkubator baik kepada lembaga inkubator maupun pengusaha pemula berbasis teknologi yang menjadi tenan incubator. Maka tidak heran pertumbuhan lembaga inkubator itu semakin pesat,’’ jelasnya.

Ke depannya, lelaki yang biasa disapa Prof Hadi ini berharap mengharapkan pemerintah terus konsisten dengan perhatianya kepada lembaga inkubator dan tenan yang dibinanya. Pemerintah harus terus menguatkan lembaga inkubator  maupun startup atau pengusaha pemula berbasis teknologi. Saat ini, diakui Prof Hadi, perhatian pemerintah sangat besar dalam membiayai dengan dana hibah kepada lembaga inkubasi dan tenan, baik dalam bentuk pendanaan pelatihan, permodalan, insentif dan lainnya.

Berita terkait: MOU Mempercepat Pertumbuhan Start-up di Indonesia
Baca juga: Dalam Lima Tahun Lembaga Inkubator Bisnis Tumbuh Pesat

Pendanaan itu sangat penting bagi pengusaha pemula untuk bisa tumbuh dan berkembang. Namun untuk menjadikan perusahaan pemula itu naik level ke perusahaan menengah atau  besar, Prof Hadi mengusulkan ke pemerintah agar mulai memikirkan bentuk bantuan lain seperti permodalan dengan bunga ringan atau bahkan tanpa bunga kepada perusahaan rintisan tersebut.

“Bahkan kita mengharapkan hibah pendanaan awal kepada startup ditambah progam untuk pendanaan pada tahap perkembangan dan pertumbuhan walaupun tentu bukan dalam bentuk hibah lagi,  tetapi dalam bentuk pinjaman kredit lunak untuk jangka waktu yang lama dengan bunga yang rendah karena ini akan mendorong startup skala menengah yang kuat dan bisa masuk dalam bursa efek Indonesia,’’ usulnya.

#PemerintahBekerja
#ProgramKerja
#PendidikanTinggiBermutu
#InovosiKitaInovasiBangsa

Reporter dan Foto: Rio/cahyo
Redaksi: Sakasuti