SURABAYA – Sebanyak  25 inkubator bisnis menandatangani Memoradum of Understanding (MoU) peningkatan kualitas lembaga dengan Kemenristekdikti.  Hal ini untuk mendorong tumbuhkembangnya lembaga inkubator bisnis dalam rangka mempercepat pertumbuhan pengusaha baru, utamanya startup atau pengusaha pemula berbasis teknologi.

Penandatangan perjanjian ini adalah untuk kerjasama swakelola fasilitasi pendirian dan pengembangan kelembagaan inkubator bisnis teknologi. Sebelum MoU, diawali dengan acara Kick Off Meeting Program Pendirian dan Pengembangan Kelembagaan Inkubator Bisnis Teknologi,  di Hotel JW Marriot Surabaya, Kamis, 11 April 2019.

Hadir dalam acara ini diantaranya Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignyo, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemal Prihatman, dan 25 perwakilan lembaga inkubasi bisnis teknologi.

Dengan adanya MoU ini, Kemenristekdikti akan memberikan fasilitas pelatihan dan peningkatan kualitas lembaga inkubator bisnis. Menurut Patdono, Kemenristekdikti terus melakukan pembinaan kepada lembaga inkubator dan mulai memetakan dalam bentuk maturity level agar masing-masing lembaga inkubator tepat sasaran dan maksimal dalam melakukan pembinaan kepada pengusaha pemula.

Patdono menyampaikan,  jumlah inkubator mencapai 130 buah dan belum semuanya profesional sebagaimana yang diharapkan. Tahap Inkubator masih ada yang pratama, madya, dan ada yang sampai tingkat utama. Kemenristekdikti membuat maturity level untuk memetakan dimana posisi inkubator tersebut, sehingga pendekatan pembinaan yang dilakukan juga akan berbeda.

‘’Itu sudah kita buat nanti dalam waktu dekat setelah kita SK kan maka akan kita petakan terhadap inkubator yang ada sekarang. Dari 130 inkubator, nanti kita bisa ketahui mana yang pemula, madya, dan utama. Semua level akan kita dorong untuk lebih baik agar menghasilkan enterpreneur  muda yang sukses,“ jelasnya seusai membuka

Baca juga:  Tidak Cukup Hibah, Start-up Perlu Pinjaman Lunak 
Berita terkait lainnya: Dalam Lima Tahun Lembaga Inkubator Bisnis Tumbuh Pesat

“Fungsi inkubator diantaranya membantu dan membina calon pengusaha pemula berbasis teknologi untuk dilahirkan dan dikembangkan. Kemenristekdikti punya tanggung jawab bagaimana kita membentuk dan memperkuat kemudian membina supaya inkubator ini bisa menghasilkan start up company dalam jumlah banyak dan berkualitas, makanya kita lakukan meeting pembentukan inkubator dan pelatihan mengelola inkubator secara baik,’’ jelasnya.

Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemal Prihatman menjelaskan, persiapan perencanaan untuk  penguatan dan pendirian inkubator sudah dilakukan dengan baik. Pihaknya sudah melakukan uji coba bagaimana cara menguatkan maupun membangun satu lembaga inkubator yang baik hingga mencapai maturitas. Saat ini sudah ada 14 inkubator yang diuji coba dan sebentar lagi akan dikeluarkan SK, mana inkubator yang masuk kategori pemula, madya, dan utama.

Kemal mengaku sudah menerapkan beberapa cara untuk memperkuat kelembagaan itu, mulai  dari sumberdaya di semua lini baik SDM di calon tenan, pelaksana program,  pengelola, pendamping dan  mentor. Begitu juga harus diperhatikan sarana prasarana yang dimliki harus mendukung bidang fokus lembaga inkubasi.

“Jika itu diperhatikan, maka lembaga inkubasi akan maju dan mampu membina tenan dengan baik hingga menghasilkan pengusaha pengusaha pemula yang handal,’’ jelasnya.

#PemerintahBekerja
#ProgramKerja
#PendidikanTinggiBermutu
#InovosiKitaInovasiBangsa

Reporter dan Foto: Rio/cahyo
Redaksi: Sakasuti