JAKARTA – Sebanyak 88 mahasiswa mahasiswi penerima beasiswa Taiwan 2+I Industry-Academia Collaboration menghadiri acara pembekalan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti,  di Hotel Sultan Jakarta, pada Selasa (26/3).

Ke 88 mahasiswa-mahasiswi tersebut berasal dari beberapa politeknik negeri yang berhasil lolos dari 616 peserta seleksi. Nantinya mahasiswa-mahasiswi tersebut akan menempuh pendidikan di beberapa universitas di Taiwan seperti Cheng Shiu University, Chien Shien University of Science and Technology, Hsing Wu University and Mingshin University.

Dalam sambutannya Direktur Jenderal kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo mengatakan untuk meningkatkan jumlah dan mutu perguruan tinggi vokasi, telah membuat beberapa program yang bertujuan untuk menyediakan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan industri.

Patdono menjelaskan beberapa program tersebut, antara lain, pertama, revisi kurikulum politeknik yang selama ini belum dibuat dengan memperhatikan kebutuhan kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan dunia kerja dan industri.

Kedua, membuat peraturan bahwa dosen-dosen yang ada di politeknik tidak hanya diisi oleh dosen-dosen lulusan perguruan tinggi tetapi juga diajar oleh para praktisi. Ketiga, menerapkan kurikulum dual system, yang pada prinsipnya supaya menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan kompetensi di industri di dalam dunia kerja, maka kurikulumnya 50% pendidikannya dilakukan di perguruan tinggi dan 50% magang di industri.

Keempat, meningkatkan kemampuan dosen-dosen politeknik dengan mengirim dosen-dosen politeknik ke luar negeri maupun dalam negeri untuk pelatihan praktis untuk mengambil sertifikat kompetensi dari mata kuliah yang diajar.

Berita terkait : 88 Mahasiswa dari 19 Politeknik Negeri Seluruh Indonesia Magang di Industri Taiwan

Dan kelima, lulusan politeknik itu, seperti harapan presiden, paling lama dalam waktu 3 bulan harus mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensinya maka strateginya mahasiwa politeknik tidak boleh diwisuda kecuali mereka memiliki paling sedikit satu sertifikat kompetensi yang akan diberlakukan tahun 2020. Untuk itu pemerintah konsekuen mulai tahun 2017 memberikan beasiswa politeknik untuk mengambil sertifikat kompetensi karena nantinya yang penting itu punya sertifikat kompetensi.

Dalam kesempatan tersebut Patdono juga berpesan kepada mahasiswa yang pergi menjalankan program tersebut untuk berfokus pada kuliahnya dan menjaga nama baik untuk diri sendiri, saudara, Kemenristekdikti dan tentu saja menjaga nama baik bangsa dan negara.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi Ridwan, Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani dan Grace Ou yang mewakili Atase Pendidikan Tinggi Taiwan untuk Indonesia.

Grace Ou dalam sambutannya, dia mengucapkan selamat kepada mahasiswa mahasiswi yang terpilih dan dia mempersilahkan kepada penerima beasiswa itu untuk mempelajari Taiwan. “Saya yakin kalian akan dapat banyak pengalaman disana, dan perguruan tinggi kami siap menyambut kalian,” ujarnya tersenyum.

#ProgramKerja #PemerintahBekerja #CerdaskaAnakBangsa #KerjaBerdampak #KebijakanBerdampak

Reportase: Yanti
Foto: Bagus
Redaksi: Sakasuti