SEMARANG – Sebanyak 13 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melakukan kolaborasi penelitian bersama dalam program Penelitian Kolaborasi Indonesia dengan pembiayaan program World Class University (WCU). Ke-13 PTN tersebut mengikuti seleksi proposal di Gedung ICT Center Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa 5 Maret 2019.

Hadir Ketua Tim Seleksi Pusat Program World Class University Triyogi, Wakil Rektor Universitas Diponegoro Ambariyanto, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UGM Ika Dewi Ana dan perwakilan bidang pengabdian masyarakat PTN lainnya.

Kegiatan ini diikuti 11 PTN Badan Hukum (PTN-BH) ditambah Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Brawijaya Malang. Ke-11 PTN yang berstatus badan hukum adalah Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitaas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Airlangga Surabaya, Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Sumatera Utara, dan Institut Pertanian Bogor.

Ketua Tim Seleksi Pusat Program WCU Triyogi menjelaskan, bahwa program ini diluncurkan untuk mendorong kerjasama antar PTN dalam mengembangkan penelitian bersama di tingkat internasional. Progam ini sudah dimulai tahun 2017 dengan empat PTN-BH yaitu ITB, IPB, Unair, dan UGM. Selanjutnya, tahun 2019 ini program ini dikembangkan lagi dengan melibatkan seluruh PTN-BH plus UNS dan Univeritas Brawijaya.

Wakil Rektor UGM Ika Dewi Ana menyambut baik program yang telah memasuki tahun ketiga ini. Berdasarkan pengalaman UGM, pihaknya sudah punya data tentang bagaimana kelemahan dalam menghadapi WCU. “Sehingga kemudian pada dua tahun setelahnya kita expand atau kita perluas program tersebut untuk 13 perguruan tinggi negeri di Indonesia,” ujarnya.

“Harapanya memang pertama membuka kolaborasi mempercepat produktifitas keilmuan antar perguruan tinggi dan harapan lainnya dengan kerjasama tersebut kita PTN di dalam negeri semakin kuat ketika kita akan mengajukan aplikasi untuk hibah atau pendanaan dari luar negeri dan sebagainya,” lanjutnya.

Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB Bogor Irmanida Batubara sangat menyambut baik program kolaborasi ini karena akan mampu meningkatkan daya tawar penelitian perguruan tinggi di Indonesia di mata internasional.

“Alhamdulillah hari ini saya punya kesempatan mengunjungi LPPM Undip dan pada kegiatan kali ini saya datang untuk presentasi review proposal penelitian kolaboratif. Harapanya dengan kolaborasi antar perguruan tinggi yang ada di Indonesia bisa meningkatkan publikasi masyarakat Indonesia terutama penelitian di perguruan tinggi, baik di dalam dan luar negeri,” katanya.

#ProgramKerja #PemerintahKerja #PendidikanTinggiBermutu #CerdaskanAnakBangsa

Reportasi dan foto: Rio

Redaksi: Sakasuti