MANGGARAI BARAT- Direktur Jenderal Kelembagan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo mengapresiasi berdirinya Politeknik elBajo Commodus Jum’at 1 Maret 2019 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pemerintah mengapresiasi berdirinya pendidikan tinggi vokasi pertama di Manggarai Barat  ini karena belum banyak pendidikan tinggi vokasi di Indonesia Timur.

Hal itu disampaikan Patdono saat meresmikan Politeknik ElBajo Commodus yang khusus mengembangkan pendidikan vokasi di bidang pariwisata. Peresmian ditandai dengan menandatangani prasasti serta memberikan kuliah umum. Hadir Bupati Manggarai Barat Agustinus C.Dula, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Bali dan NTB I Nengah Dasi Astawa, Kepala Yayasan Anak Bangkit Negeriku Novita Halim, Direktur Politeknik ElBajo Commodus Teddy Halim serta sejumlah dosen dan mahasiswa.

Patdono Suwignjo secara khusus menyampaikan terimakasih atas inisiatif dari Keluarga Besar Ibu Novi atas pembangunan politeknik tersebut. “Untuk itu kami atasnama pemerintah mengucapkan banyak terimakasih setiap usaha usaha yang membantu pemerintah di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ini “ jelasnya.

Saat menyampaikan kuliah umum, Patdono mengatakan bahwa angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia terkecil di bandingkan Malaysia, Singapura, apalagi dengan Korea Selatan. Pemerintah tidak mempunyai kekuatan untuk membangun perguruan tingginya sendiri, dan partisipasi dari masyarakat sangat diharapkan. Tercatat perguruan tinggi yang didirikan oleh pemerintah itu hanya seperlima dari perguruan tinggi yang ada. Selebihnya 80% perguruan tinggi didirikan  oleh masyarakat atau swasta.

Patdono menambahkan, bahwa Labuan Bajo ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata. Karena sudah ada pihak swasta yaitu Yayasan Bangkit Anak Negeriku yang mendirikan Politeknik ElBajo Commodus, maka pemerintah tidak perlu membuat perguruan tinggi lagi. Politeknik eLBajo Commodus memiliki Progam Studi Sarjana Terapan (D4) Pengelolahan Perhotelan, Diploma III Perhotelan dan Diploma III Ekowisata.

Patdono menjelaskan bahwa salah satu kelemahan pendidikan tinggi di Indonesia ini adalah masih sedikitnya perguruan tinggi maupun minat masyarakat yang mau masuk di pendidikan politeknik. Perguruan tinggi di Indonesia itu ada tiga macam pertama adalah pendidikan akademik yang bentuknya universitas tujuanya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berharap lulusanya menjadi peneliti. Yang kedua pergurusan tinggi vokasi bentuknya politeknik tujuanya untuk menghasilkan tenaga terampil yang ketiga perguruan tinggi profesi.

Di semua negara yang industrinya maju ekonominya maju jumlah perguruan tinggi politekniknya itu mesti lebih banyak daripada universitas. Di Indonesia ini justru kebalikanya, universitasnya lebih banyak dibanding pendidikan vokasi. Indonesia memilik perguruan tinggi vokasi 262 politeknik dan non politeknik 4.560 buah. Karena itu, “kita membuat progam revitalisasi vokasi yang tujuanya agar bahwa jumlah politeknik di Indonesia harus di tingkatkan jumlahnya, mutu politeknik harus diperbaiki sehingga lulusan SMA dan SMK kalau di tanya setelah lulus ingin melanjutkan kuliah dimana,  idealnya adalah lebih dari 60% menyatakan ingin sekolah di politeknik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Patdono menyampaikan awal tahun 2019 Kemenristekdikti akan mengirim 105 mahasiswa lulusan D2 maupun D3 politeknik  Indonesia untuk melanjutkan kuliah di Taiwan. Nantinya mahasiswa tersebut mendapatkan ijazah dari Taiwan dan perguruan tinggi di Indonesia.  Mahasiswa-mahasiswa tersebut hanya membayar biaya kuliah di indonesia saja dan selama kuliah di Taiwan gratis bahkan sudah bisa menghasilkan uang karena sebagian waktunya dipakai untuk magang di industri. 105 mahasiswa ini mengikuti progam yang namanya two plus two dengan perguruan tinggi Taiwan .

Menurut Patdono, salah satu ciri politeknik itu adalah keterlibatan industrinya itu sangat besar. “Untuk itu saya menghimbau industri yang terkait dengan pariwisata yang ada di Labuan Bajo ini mau bekerjasama dengan politeknik ElBajo Commodus ini, diantaranya dengan merumuskan kurikulumnya untuk memenuhi kompetensi yang diinginkan. Untuk itu, dosenya minimum lima puluh persen dari praktisi industri pariwisata di sini,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Agustinus C. Dula menyampaikan rasa bangga dan terimakasih banyak serta rasa hormat karena peresmian Politeknik elBajo Commodus yang sudah direncanakaan sejak lama. Kehadiran politeknik ini membuat pihaknya merasa ada harapan karena perguruan tinggi merupakan mahkota dari sebuah ibukota sehingga harga diri Manggarai Barat bisa terangkat martabatnya.

Bupati berharap dengan kehadiran politeknik ini mampu mengangkat kelas pariwisata di wilayah tersebut menjadi setara dengan wisata dunia lainnnya. Diharapkan dengan adanya politeknik ini menciptakan sumber daya manusia yang nanti bisa mengimbangi perkembangan obyek pariwisata Labuan Bajo dan Pulau Komodo yang terus berkembang ke kelas dunia.

#ProgramKerja #PemerintahBekerja #cerdaskanAnakBangsa #PendidikanTinggiUntukSemua #PendidikanTinggiBermutu

Reportase dan foto: Rio/Cahyo

Redaksi: Sakasuti