TANGERANG  – Dalam rangka menjawab tantangan kemajuan teknologi pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun pembelajaran daring atau online, Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti menggandeng Universitas Bina Nusantara (Binus) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Pengembangan Institut Pendidikan Siber Indonesia, di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Kamis (28/2).

Dalam FGD ini hadir Staf Ahli Bidang Akademik Kemenristekdikti Paulina Pannen, sebagai narasumber Rektor Universitas Bina Nusantara Harjanto Prabowo, bidang IT toko online Bhinneka.com Vihry Andika, dari traveloka.com Leialoha Mutiara Lubis,  Kelase.com  Winastwan Gora, Microsoft Singapore Dhany Bielik, Microsoft Indonesia Obert Hoseanto. FGD diikuti oleh 49 peserta terutama dari perguruan tinggi yang sudah menyelenggarakan PJJ, ditambah BAN PT dan APTIKOM.

Paulina menjelaskan, FGD ini bertujuan untuk mencari masukan tentang arah pembelajaran daring di Indonesia yang saat ini mulai diberlakukan di beberapa perguruan tinggi seperti Binus dan Universitas Terbuka. Pemerintah sebagai pengambil kebijakan harus bersama sama dengan pelaku industri dan lembaga pendidikan agar arah pendidikan siber di Indonesia sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi terkini.

“Pendidikan online itu seperti apa kira kira tahun 2025, tahun 2035 dan selanjutnya. Nah, kita percaya bahwa pemerintah itu tidak bisa berjalan sendiri dan harus melibatkan perguruan tinggi dan pelaku industri,’’ jelasnya mengawali diskusi.

Dari aspek regulasinya, penyelenggaran PJJ ini sudah diatur dalam Permenristekdikti Nomor 51 Tahun 2018 dalam Bab VII tentang pasal 38 ayat 1, bahwa PJJ mempunyai karakteristik: terbuka, belajar mandiri,  belajar dimana dan kapan saja, dan berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi. Tinggal, ya itu tadi… bagaimana kedepan Pemerintah bersama stakeholder  menentukan arah pembelajaran daring ini di Indonesia.

Salah satu perguruan tinggi yang sudah menerapkan program pembelajaran daring adalah Universitas Binus. Tahun ini, Binus sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk kelas online. Rektor Universitas Binus Harjanto Prabowo menyambut baik FGD ini karena akan memberikan pemahaman yang lengkap dan menyeluruh tentang pembelajaran online.

“Pembelajaran jarak jauh secara online adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari lagi karena ini merupakan semangat global yang sudah berkembang di dunia pendidikan internasional. Saya sendiri berharap semua pihak memberikan kontribusi yang baik dan semoga nanti dari Kemenristekdikti semakin percaya diri menjalankan sistem ini dan bisa membuat trobosan yang bisa diterima oleh semua pihak” harap Harjanto.

Sementara bagi para pelaku industri, sumberdaya manusia di bidang informasi teknologi masih sangat kekurangan. Tuntutan kemajuan teknologi informasi bagi perusahaan start up di Indonesia sangat cepat dan harus diimbangi oleh lembaga pendidikan. Bidang IT toko online Bhinneka.com Vihry menyambut baik FGD tentang pendidikan daring ini karena pelaku industri akan semakin mudah mendapatkan tenaga terampil yang sudah terbiasa dengan sistem daring.

Lebih lanjut Vihry menceritakan  bagaimana PJJ sangat booming sekarang ini dan memberikan impact  positif. Berdasarkan pengalamannya dalam rekrutmen internal yang diadakan Bhinneka.com  dimana salah seorang office boy (OB) ikut mengajukan lamaran sebagai IT Officer.  Ketika proses wawancara OB tersebut bisa melakukan koding seperti IT Officer  pada umumnya.

Setelah ditelisik ternyata OB tersebut belajar pengkodingan dari youtube. “Saat interview OB itu ditanya ternyata hanya lulusan SMA biasa, dia bisa koding ternyata belajar secara online dari youtube. Setiap hari setiap pulang kerja buka laptop belajar cara koding” ujar Vihry.

FGD kali ini merupakan FGD kedua yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti. FGD pertama diadakan di Hotel Century, Jakarta pada 7 Februari 2019 lalu. “Kita berharap diskusi lanjutan seperti ini akan digelar lagi guna lebih menyempurnakan arah pembelajaran daring di Indonesia  hingga nantinya bisa dibukukan menjadi pedoman pengembangan bagi peruruan tinggi lainnya,“ pungkas Paulina.

Reportase: Yanti, Rio

Foto: Rio

Redaksi: sakasuti