JAKARTA – Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemenristekdikti mengadakan forum diskusi tentang pemeringkatan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) di Hotel Atlet Century, Jakarta (14/2). Forum ini juga mendiskusikan pertumbuhan dan jumlah inkubator yang terus meningkat.

Pelaksana tugas Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemal Prihatman, mengatakan dalam menjalankan program Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) telah banyak dilakukan pembinaan kepada inkubator-inkubator untuk menjadi yang terbaik, unggul dan yang utama. “Tahun ini kita berinisiatif untuk melakukan pemeringkatan,dan membagi IBT menjadi beberapa klasifiasi, dari utama, menengah, dan pemula. Saat ini ada sekitar 130 inkubator dan sudah terdata ada 110 yang sudah menjadi anggota,” tambah Kemal.

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo yang hadir dalam diskusi  mengharapkan program tersebut tidak hanya berfokus pada kuantitas tetapi juga memperhatikan kualitas. Patdono mencontohkan “apabila jumlah STP 100, tetapi kalau semuanya masih pemula maka semua itu tidak ada manfaatnya,” katanya.

Menurut Patdono Kemenristekdikti perlu melakukan akreditasi, maturerity level, dan penataan, sehingga IBT akan menjadi lebih terstruktur dan mudah untuk dikelolanya. “Maka dari itu, saya minta di buat maturerity modelnya, karena kalau kita lihat bahwa model-model yang biasanya kita pakai untuk mendefinisikan yang sudah kita bangun itu, sudah sampai seperti apa maturerity levelnya, dan saya minta ada uji cobanya,” lanjut Patdono.

Terkait hal ini, Kemal mengatakan IBT-IBT sudah siap atau sudah di implementasikan hanya tinggal pengkategoriannya saja yang harus dimatangkan.

Dalam diskusi hadir Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Retno Sumekar, perwakilan dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), Perwakilan Kemenko Perekonomian dan perwakilan dari Kementerian KUKM.

Reportase : Bagus
Editor         : Rudsnow