PURWOKERTO – Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, T. Basarudin, Jumat (8/2), bertempat di Java Heritage Hotel Purwokerto memperkenalkan aplikasi baru BAN-PT, yaitu Sistem Pengelolaan Transaksi Elektronik Keuangan (SEPTIKeu).

Tujuan utama dari pembuatan aplikasi ini adalah untuk meningkatkan kecepatan proses pencairan anggaran, meningkatkan efektivitas dan efisiensi, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan anggaran, modernisasi sistem keuangan, dan interoperabilitas dengan sistem informasi.

Aplikasi SEPTIKeu ini terkoneksi dengan aplikasi Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO), yaitu suatu sistem aplikasi yang diciptakan BAN-PT untuk membantu proses akreditasi perguruan tinggi secara online yang dibuat awal tahun 2017.

Menurut salah seorang anggota Dewan Eksekutif BAN-PT Sugiono, fokus utama SEPTIKeu adalah untuk asesor. Aplikasi SEPTIKeu digunakan mempermudah asesor BAN-PT mulai dari soal penugasan hingga terkait akomodasi asesor. “Jadi, asesor tidak perlu memiliki ijin khusus (username id) untuk akses ke SEPTIKeu karena ada link dari ASPTO ke SEPTIKue,” katanya.

Aplikasi SAPTO sendiri sebenarnya belum full online karena masih ada proses-proses yang sifatnya manual,  seperti proses keuangan. Dengan adanya SEPTIKeu dapat melengkapi SAPTO sehingga back to back antara proses akreditasi dengan sistem keuangannya.

Kedepannya BAN-PT mengharapkan sistem ini akan terhubung dengan e-commerce travel sehingga memudahkan asesor dalam melakukan pemesanan tiket maupun hotel. “Asesor tidak perlu melakukan pembayaran sendiri atas pembelian tiket dan hotel, nanti oleh e-commerce travel akan ditagih ke BAN-PT, “ kata Basarudin.

Dalam pembuatan aplikasi ini, BAN-PT dibantu oleh Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Menurut Basarudin, alasan pemilihan UNSOED adalah karena disana sudah ada sistem aplikasi yang menurutnya paradigma pada suatu sistem pengelolaan APBN-nya sama.

Pada kegiatan implementasi SEPTIKeu ini hadir beberapa tim  asesor, tim SAPTO, Tim IT dari SEPTIKeu, dan Tim dari perencanaan dan anggaran Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti.

Reportase : Yanti
Foto            : Bagus
Editor         : Rudsnow