Setiap Organisasi Profesi Semestinya Menetapkan Standar Pendidikan Profesi

profesi1

JAKARTA – Dalam upaya penyelarasan pendidikan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja atau industri, Kemenristekdikti mengajak sekitar 70 organisasi profesi untuk berkontribusi pada perguruan tinggi. Setiap organisasi profesi yang ada di Indonesia semestinya memberikan standar bagi suatu program studi pada pendidikan profesi.

Harapan itu disampaikan oleh Menristekdikti Mohamad Nasir ketika memberikan arahan dan sambutannya pada acara Konferensi Nasional Forum Komunikasi Organisasi Profesi Iptek yang diadakan pada hari Selasa, 30 Oktober 2018 di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta.

“Karena belum ada standar yang sama pada pendidikan profesi, sehingga kualifikasi lulusan mungkin ada yang baik, ada yang sedang, dan ada yang kurang,” kata Menristekdikti. Dia mencontohkan belum adanya kesesuaian tersebut terjadi antara dunia industri dengan program studi pada pendidikan yang berkaitan dengan profesi insinyur.

“Dari 40 perguruan tinggi yang kami berikan mandat untuk menyelenggarakan pendidikan profesi insinyur, antara universitas A, B, C, D, dan seterusnya, ternyata unstandardized,” jelasnya. “Oleh karena itu, harapan saya, minimum requirement harus ditentukan oleh organisasi profesi,” tegas Menristekdikti.

Pada kesempatan ini Menristekdikti mengingatkan bahwa peran organisasi profesi sangat penting untuk menjaga agar ketidakselarasan itu tidak ada lagi. Nasir juga meminta agar forum organisasi profesi untuk dapat mengatasi masalah-masalah seperti itu. “Ini penting sekali, oleh karena itu saya mohon forum organisasi profesi terkait iptek ini juga dapat menjadi mediator bagi masalah negara tersebut,” ujarnya.

Namun dalam rangka memberikan standard yang baik bagi pendidikan profesi ini tentu diperlukan sebuah regulasi untuk menjadi acuan bersama. Untuk itu Nasir juga berharap agar organisasi profesi dapat menetapkan standar tersebut, “sedangkan perguruan tinggi bisa menyesuaikan apa yang diinginkan profesi untuk menentukan pendidikan yang lebih baik,” kata Menteri.

Konferensi telah menyepakati untuk membentuk forum komunikasi organisasi profesi sebagai wadah komunikasi, interaksi dan tukar pemikiran diantara sesama anggota organisasi profesi yang berbeda. Konfrensi juga mempercayakan Herman Dardak dari Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) sebagai ketua dan Profesor Kholil dari Perhimpunan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia  (PTALI) sebagai sekretaris jenderal untuk forum yang akan terbentuk ini.

Dalam acara ini hadir Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwigjo, Staf Ahli Menteristekdikti Bidang Pendidikan Paulina Pannen, Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Lukito Hasta, serta pejabat Kemenristekdikti lainnya.

 

tom/rs

Share this: