Indonesia Innovation Day 2018 Kobe Jepang Hasilkan Lebih 20 Kerja Sama Internasional

IID Sign

KOBE JEPANG – Penyelenggaraan Pameran Indonesia Innovation Day 2018 yang di adakan di Convention Hall Universitas Kobe, Hyogo, Jepang oleh Kemenristekdikti, Selasa 16 Oktober 2018, hasilkan 20 perjanjian kerja sama internasional, kerja sama terutama dengan mitra Jepang. Ditambah 9 potensial kerja sama yang rencananya akan ditandatangani pada semester I di tahun 2019.

Ke 20 perjanjian kerja sama internasional ini adalah buah program Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kemenristekdikti dalam rangka hilirisasi hasil riset dan inovasi Indonesia ke pasar dan industri, baik dalam skala domestik maupun Internasional.

Hal serupa pada Indonesia Innovation Day (IID) yang pertama kali tahun 2017 di Eindhoven Belanda, juga telah ditandatangani 10 kerja sama riset maupun bisnis antara PUI dan mitranya di Belanda maupun negara Eropa lainnya.

Penantanganan perjanjian 20 kerja sama antara PUI dengan mitra Jepang di ajang IID 2018 tersebut dilakukan dalam bentuk kerja sama industrialisasi dan pemasaran produk, membangun kapasitas kolaborasi kesiapan suatu produk maupun kerja sama dalam bidang riset dan pengembangan produk-produk PUI.

Penandatangan 20 perjanjian kerja sama tersebut disaksikan oleh Ketua Dewan Riset Nasional Bambang Setiadi, Executive Adviser of The President of Kobe University Kiyomitsu Yui, Konsul Jenderal Indonesia di Osaka Mirza Nurhidayat, Kepala LAPAN, Direktur Kawasan Sains dan Teknologi Lukito Hasta dan Direktur Lembaga Litbang Kemenristekdikti, Kemal Prihatman, yang sekaligus memimpin delagasi IID 2018 ke Kobe.

Penandatanganan perjanjian-perjanjian kerja sama tersebut antara lain terkait kerja sama riset produk batik ringkel Indonesia antara Balai Batik Kementerian Perindustian dengan Kuroda Sekkei Co., Ltd, Jepang dan kerja sama dalam pengembangan mushroom “Bio Mush” antara Pusat Riset Biologi LIPI dengan Tottory University.

Kemudian kerja sama dalam produksi dan pemasaran “Roselindo Tea” antara Indonesian Sweetener and Fiber Crops Research Institute (Balittas) dengan Furusato Indonesia Mandiri maupun kerja sama teknik dalam riset dan pengembangan “Epiphyte Mini Garden” antara Kebun Raya Bogo LIPI dengan Tsukuba Botanical Garden, Jepang;

Selain itu ada kerja sama dalam pengembangan ‘Regional Data Node (ReDaNo)” antara Center for Remote Sensing Data and Technology – LAPAN dengan Satellite Business Division Of Pasco Corporation Of Japan dan kerja sama riset dalam produksi bioethanol “Palm Sugar” antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Fakultas Pertanian Kyushu University.

Selanjutnya kerja sama dalam pengembangan dan produksi “Implan Tulang Titanium” antara Pusat Teknologi Material BPPT dengan Itokoh Co Ltd, Jepang, dan kerja sama dalam riset dan pengembangan produk “Noni Juice” dari Balai Besar Industri Agro antara Pusat Pertanian Industri Kementerian Perindustrian dengan Sanyo-Onoda City University, Jepang, dan lain sebagainya.

Selain berhasil dalam melakukan 20 kerja sama, IID 2018 di Kobe Jepang ini memamerkan 41 produk-produk litbang PUI yang terdiri dari 19 bidang pangan pertanian (food agriculture), 3 bidang energi (energy), 9 bidang kesehatan obat (healthcare), 3 bidang sosial-budaya (social-culture), 5 bidang telekomunikasi, informasi, dan komunikasi (ICT), dan 5 bidang kemaritiman (maritime).

Menurut Direktur Lembaga Litbang, Kemal Prinatman besarnya antusiasme mitra perguruan tinggi dan kalangan industri dari Jepang untuk melakukan kerja sama dengan PUI karena setelah mereka melihat keunikan produk-produk yang ditawarkan.

Kebanyakan produk yang ditawarkan dalam ajang IID 2018 Kobe ini berupa produk-produk litbang yang sebagian besar berasal dari keanekaragaman budaya dan keragaman hayati yang dimiliki bangsa Indonesia seperti batik ringkel, buah noni, buah merah papua, coklat atau teh.

“Saat ini kita memang belum unggul dari sisi teknologi, yang kita tawarkan kepada mitra Jepang kita adalah produk produk yang berasal dari keanekaragaman budaya dan keragaman hayati yang unik yang kita miliki, yang tidak ada pada mereka, itu yang menjadi keunggulan kita dalam IID 2018 di Kobe ini, itu yang menarik bagi mereka ” ujarnya dengan semangat.

Kemal juga berharap event dan kerja sama hilirisasi hasil litbang seperti ini dapat diperluas lagi di masa-masa mendatang, hendaknya ke depan tidak hanya berasal dari produk-produk yang datang dari lembaga litbang pemerintah katanya, tetapi juga bisa berasal dari produk produk litbang yang telah dihasilkan oleh masyarakat luas.

rs

 

Share this: