Lagi, PUI Peduli Korban Gempa Palu dan Donggala

PUI GAS

JAKARTA – Pusat Unggulan Iptek (PUI) Lembaga Minyak Bumi dan Gas (Lemigas) menyumbangkan hasil inovasi berupa 500 gas dimethyl ether (DME) berikut 100 kompornya kepada masyarakat yang terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Gas produk lembaga litbang di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini disiapkan dalam ukuran praktis sehingga mudah dibawa ke daerah bencana. Lemigas juga menyediakan kompor kecil yang bisa menyala dengan gas DME tersebut.

DME yang disumbangkan adalah salah satu hasil penelitian Lemigas sejak tahun 2002. Lemigas terus melakukan pengembangan produk dan mengusahakan agar DME dapat menggantikan Liquid Petroleum Gas (LPG) yang belum sepenuhnya dapat diproduksi di dalam negeri.

Lemigas juga mengembangkan kompor yang dapat menggunakan LPG maupun DME ini.

DME dapat diproduksi dari sumber daya alam yang ada di Indonesia, yaitu batu bara, biomassa bahkan sampah, sehingga DME lebih ramah lingkungan.

Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti, Kemal Prihatman, yang hadir mewakili Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menerima langsung bantuan tersebut dari Kepala Lemigas Setyorini Tri Hutami, di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) II pada Kamis, 11 Oktober 2018. Kemal mengatakan, dia akan segera menyalurkan bantuan tersebut.

“Bantuan tahap pertama kemarin (berupa implan tulang dari BPPT), sudah kita kirimkan ke Palu dan Donggala, dan disana sudah diterima dengan baik,” ujar Kemal.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Lemigas yang sangat responsif. Saya sudah melihat dalam dua atau tiga tahun lalu, DME ini merupakan salah satu produk yang ke depan akan bisa menjawab efisiensi dalam pemanfaatan energi,” pujinya.

Sementara itu Kepala Lemigas Setyorini mengatakan, “kami merasa tersanjung, terhormat sekali ada kerja sama yang mensupport kami memanfaatkan potensi dalam negeri. Tentu para peneliti akan merasa ada manfaatnya, kalau ini diterima di masyarakat.”

“Potensi usahanya juga terbuka. Kami sudah kerja sama dengan industri,” ujar Setyorini bangga.

DME yang dikembangkan oleh Lemigas ini sudah diproduksi oleh PT Bumitangerang Gas Industri (GBI). Kemal menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti akan terus mendukung (ke industri) DME ini.

Tom/rs

Share this: