Indonesia Innovation Day 2018 Promosikan Hasil Riset Kekayaan Biodiversitas dan Keunikan Budaya

PUI

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali akan mengadakan Indonesia Innovation Day (IID) 2018 yang akan dilaksanakan pada Selasa-Rabu, 16-17 Oktober 2018 bertempat di International Convention Center, Kobe University, Jepang.

Indonesia ID ? adalah ajang promosi produk-produk inovasi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Indonesia di luar negeri melalui eksebisi, kolaborasi riset dan pembentukan jaringan inovasi internasional. Hal itu disampaikan Direktur Lembaga Litbang Kemenristekdikti, Kemal Prihatman, pada acara dialog Bincang Kita di Studio Kompas TV, Palmerah, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.

Menurut Kemal, tujuan Indonesia ID adalah memperkenalkan produk inovatif unggulan Indonesia di kalangan institusi riset – inovasi berbagai negara, memperluas jaringan kerjasama internasional baik dalam hal pengembangan teknologi lanjutan, kerjasama sertifikasi produk untuk pangsa pasar internasional, perluasan promosi dan pasar atas suatu produk.

Selain itu, Indonesia ID bertujuan untuk meningkatkan sinergi inovasi yang berkelanjutan antara lembaga Pusat Unggulan Iptek (PUI) dengan pusat riset inovasi dan industri di berbagai negara.

“Saat ini kita ada 800 Lembaga Litbang. Kita sudah dampingi ada 106. Pada umumnya di Lembaga Litbang PUI ini, cara menjual itu masih kurang. Makanya, salah satu target untuk desiminasi hasil-hasil riset itu kita dorong terus, dengan melakukan seperti Indonesian ID ini,” jelas Kemal yang didampingi Dedi Irawadi (Kepala Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN dan I Nyoman Jujur (Perekayasa Ahli Utama pada Pusat Teknologi Material BPPT).

Tema Indonesia ID 2018 adalah peningkatan inovasi dan dan pengembangan kolaborasi dengan berdasarkan pada keunggulan Indonesia berbasis kekayaan biodiversitas dan keunikan budaya. Pada Indonesia ID di Kobe University nanti, 40 produk inovasi PUI dari berbagai Lembaga Litbang PUI di Indonesia akan dipamerkan sesuai tema tersebut.

Produk-produk ? inovasi tersebut berkaitan dengan bidang pangan pertanian (food agriculture), ? energi (energy), kesehatan obat (healthcare), sosial – budaya (social – culture), telekomunikasi, informasi, dan komunikasi (ICT), material maju (advance material), dan kemaritiman (maritime).

Seleksi

Direktur Lembaga Litbang ini juga mengatakan bahwa produk – produk inovasi yang dibawa ke Indonesia ID ? Jepang nanti ? telah melalui proses seleksi oleh Kemenristekdikti maupun pertimbangan dari Dewan Riset Nasional (DRN). Seleksi didasarkan pada keunggulan berbasis kekayaan biodiversitas dan keunikan budaya, serta melihat adanya potensi kolaborasi dengan pihak internasional.

“Tidak ujug-ujug suatu PUI ini diikutkan pameran, tapi kita seleksi satu tahun sebelumnya. Bahkan satu tahun setengah sebelumnya kita sudah melihat, ini potensi atau tidak, bagaimana pasarnya? Kemudian selama satu tahun itu bagaimana pengembangan produknya, kemasan, bagaimana komunikasi dengan industri di sana, itu kita melakukan pendampingan,” ungkap Kemal.

Pada Indonesia ID 2018 di Kobe Jepang ini pihaknya menargetkan minimal 10 kerja sama internasional. Kerjasama tersebut mencakup kontrak bisnis, kerja sama pengembangan produk (sertifikasi, standardisasi), dan kerja sama riset internasional. Bentuk kerja sama dalam bentuk kontrak bisnis, MoA, MoU ataupun dalam bentuk Letter of Intent untuk menjadi kerja sama bisnis.

Indonesia ID yang pertama didakan di High Tech Campus Eindhoven, Belanda, 27 September 2017 lalu. Acara tersebut diikuti oleh 15 PUI dengan memamerkan 27 produk inovatif. Indonesia ID 2017 berhasil memperluas kolaborasi antara PUI dan mitra di Belanda maupun negara ? Eropa lainnya dan dalam acara ini berhasil ditandatangani 10 MoU kerja sama.

Dialog lengkap Bicang Kita Kompas TV, Indonesia Innovation Day 2018, dapat dilihat disini.

Tom-rudsnow

Share this: