Monitoring dan Evaluasi Program Retooling Dosen Vokasi di Ngee Ann Polytechnic Singapore

retooling

SINGAPORE – Untuk memastikan para peserta program beasiswa retooling kompetensi dosen pendidikan tinggi vokasi diterima dengan baik oleh institusi penyelenggara pelatihan, baik pelatihan di dalam maupun di luar negeri,? perlu dilakukan monitoring dan evaluasi.

Monitoring dan evaluasi diperlukan untuk menilai perkembangan kegiatan ke tempat pelatihan/magang serta untuk memastikan agar program retooling dapat berjalan dengan baik sesuai harapan pemerintah.

Untuk itu,? belum lama ini (4/10) tim ? monitoring dan evaluasi Ditjen Kelembagaan Iptek dan dan Dikti mengunjungi salah satu tempat pelatihan luar negeri, yaitu ke The School og Life Sciences and Chemical Technology (LCST) di Ngee Ann Polytechnic, Singapore.

Di tempat ini sedang berlangsung pelatihan kompetensi ? vokasi bidang farming yang diikuti 25 dosen dari seluruh Indonesia. Tim monitoring dan evaluasi dipimpin oleh Hendy Rohandi Agah (Universitas Indonesia).

Pelatihan di Ngee Ann Polytechnic berfokus pada bidang kompetensi farming. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, menambah pengalaman, serta memperluas pengetahuan dan wawasan dosen politeknik, sekolah tinggi, institut maupun universitas yang menyelenggarakan pendidikan vokasi pada bidang energy dan konektivitas.

Ngee Ann Polytechnic sendiri adalah lembaga pendidikan tinggi vokasi di Singapura dengan lebih dari 14.800 mahasiswa, memiliki lebih dari 1.800 staf, dan sudah melahirkan 148.000 alumni.

Dengan fasilitas lengkap dan modern, ? Ngee Ann Polytechnic menduduki posisi ranking 1 dari top 16 politeknik atau lembaga pendidikan tingggi vokasi di Singapore, berdasarkan data peringkat akademik lembaga pendidikan tinggi – Webometrics.

Salah satu peserta pelatihan,? Carli Junicef ? Vratama (Pdd-Polinela Kabupaten Banyuasin) ? yang juga sebagai ketua kelas ini, menyampaikan kesannya selama mengikuti pelatihan di Ngee Ann. Menurutnya, fasilitas yang dimiliki kampus ? sangat mendukung, kurikulum berorientasi ? kepada industri, metode deliverynya sudah sangat sesuai, dan semua peserta bisa mengikuti ? perkuliahan dengan baik.

Program beasiswa retooling kompetensi vokasi dosen pendidikan tinggi vokasi ini adalah bagian dari ? program revitalisasi pendidikan tinggi vokasi di Indonesia yang mulai dilaksanakan dua tahun lalu. Program ? berupa kegiatan pelatihan non gelar ini dilaksanakan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi dan partner industri sebagai penyelenggara pelatihan.

Pada tahun 2018, program beasiswa retooling ? luar negeri dilaksanakan di 5 negara, yaitu Amerika (oil and gas) diikuti 30 dosen, Kanada (maritime transportation) 12 dosen, Australia (civil engineering, livestock) 30 dosen, Korea Selatan (solar cell engineering, PLC engineering, IoT application programing) 50 dosen dan di Singapore (farming, nursering pedagogy, food prossecing) yang diikuti 109 dosen.

Pelatihan dan peserta program beasiswa retooling kompetensi dosen pendidikan tinggi vokasi ini dapat diikuti oleh setiap dosen poleteknik dan pendidikan tinggi vokasi seluruh Indonesia setelah melalui seleksi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Sedangkan lamanya waktu pelatihan dilaksanakan rata-rata dalam 10 minggu.

rudsnow

 

Share this: