Masih Sedikit Start-Up Company Manfaatkan Science and Techno Park (STP)

hakteknas3

Perusahaan pemula (start up company) di Indonesia masih belum banyak memanfaatkan business incubation atau bimbingan usaha yang dilakukan oleh lembaga science and techno parks (STP). Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mendorong perusahaan pemula untuk mencari informasi terkait STP yang sesuai dengan bidang usahanya.

“Ada keterbatasan jumlah start up companies yang bergabung menjadi tenant di STP yang kami bangun. Kami paham bahwa mayoritas mereka belum melihat masa depan cerah dengan bergabung ke STP,” ujar Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada acara International Workshop on Science and Techno Park Development, Kamis, 9 Agustus di Grand Central Hotel, Pekanbaru.

Namun, Patdono melihat jumlah paling banyak perusahaan pemula yang mengikuti business incubation di Indonesia itu berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Mayoritas area dimana STP di negara ini berkembang itu di food and agriculture. Mayoritas perusahaan pemula di food and agriculture itu UMKM,” ungkap Patdono.

Patdono menyampaikan bahwa Pemerintah akan terus mengembangkan STP agar dapat menarik perusahaan pemula, terutama yang masih berupa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya dengan mengundang langsung perwakilan STP dari empat negara, yaitu Australia, Jepang, Thailand, dan Republik Rakyat China (RRC).

Para pembicara tersebut dihadirkan sebagai bagian dari Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2018 yang berlangsung sejak Kamis, 9 Agustus hingga Sabtu, 11 Agustus 2018. Para peserta workshop ini berjumlah sekitar 80 orang. Mereka berasal dari STP di seluruh Indonesia dan juga beberapa perwakilan dari pemerintah provinsi dan kementerian terkait.

Tom/sn

Share this: