PUI Perguruan Tinggi Pamerkan Hasil Riset di RITECH Expo Pekanbaru

Ritech-Expo-2018-Kementerian-Riset-Teknologi-dan-Pendidikan-Tinggi-Republik-Indonesia-riaupages.com_-e1532773583128

Dalam rangka memasarkan hasil penelitian dari Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) ke masyarakat dan industri, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kelembagaan Iptek dan Dikti dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyediakan 28 stan pameran bagi PUI-PT di Research, Innovation, Technology Expo (RITECH Expo) di Rumah Dinas Gubernur Riau, Kota Pekanbaru pada Kamis, 9 Agustus hingga Minggu, 12 Agustus.

RITECH Expo tersebut adalah bagian dari Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang selalu diselenggarakan di sekitar tanggal 10 Agustus. Tanggal tersebut adalah hari bersejarah bagi Indonesia, dimana pada 10 Agustus 1995, Pesawat N-250 Gatotkaca, yang dirancang dan dibuat sendiri oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) berhasil mengudara pertama kalinya. Hakteknas 2018 adalah peringatan kebangkitan teknologi nasional yang ke-23.

28 stan yang disediakan Ditjen Kelembagaan diisi oleh sepuluh universitas dan tiga institut, yang menampilkan hasil penelitian beragam. Salah satu stan yang banyak mendapatkan perhatian adalah stan dari Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), karena stan tersebut menampilkan prototipe motor listrik pertama yang dirancang dan dibuat anak bangsa, GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS). Pengunjung juga dapat mencoba dua motor GESITS yang dipamerkan.

Berikut adalah daftar PUI-PT yang hadir dalam pameran RITECH Expo 2018 yaitu UGM (Pusat Unggulan dan Inovasi Teknologi Mitigasi Kebencanaan (GAMA-InaTEK), Pusat Inovasi Agroteknologi – Industri Perkebunan Teh Terpadu dan Pusat Unggulan Studi Sosial Asia Tenggara), UI (Pusat Riset Rekayasa Biomedis).

Universitas Airlangga (Lembaga Penyakit Tropis dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell), Universitas Hasanuddin (Pusat Pengembangan Dan Pemanfaatan Rumput Laut), Universitas Diponegoro (Pusat Kajian Mitigasi Bencana dan Rehabilitasi Pesisir danPusat Penelitian Membran), Universitas Lambung Mangkurat (Pusat Inovasi,Teknologi, Komersialisasi, Manajemen; Hutan dan Lahan Basah).

Selanjutnya Universitas Syiah Kuala (Mitigasi Bencana Tsunami – Tsunami And Disaster Mitigation Research Center), Universitas Brawijaya (Pusat Agroindustri Atsiri), Universitas Jambi (Pusat Penelitian Teknologi Riset Teknologi Reklamasi Lahan) dan Universitas Ma Chung (Ma Chung Research Center for Photosynthetic Pigments) ITB (Pusat Mikroelektronika, Pusat Pengembangan Teknologi Transportasi Berkelanjutan, Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi, Pusat Unggulan Teknologi Pertahanan dan Keamanan dan Carbon Capture and Storage (CCS) atau Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS))

ITS (Mechatronics and Industrial Automation Research Center, Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut dan Sistem dan Kontrol Otomotif)

Terakhir, IPB (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center, Pusat Kajian Hortikultura Tropika, Pusat Penelitian Surfaktan Dan Bioenergi, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Pusat Studi Biofarmaka Tropika dan Pusat Studi Satwa Primata).

Tom/sn

Share this: