Kedepan Diharapkan Pertumbuhan di Indonesia Beralih pada Knowledge Based Economy

_20180815_192751

Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2018 ditargetkan untuk mengubah ekonomi Indonesia dari berdasarkan sumber daya alam menuju ekonomi berdasarkan inovasi,” demikian disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat membuka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) pada Jumat, 10 Agustus 2018 di Kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru.

“Bukan tumbuhnya ekonomi berbasis pada sumber daya alam atau resource based economy, tapi ke depan kami harapkan bisa tumbuh berbasis knowledge based ekonomi. Ekonomi bertumbuh berdasarkan knowledge, teknologi, atau inovasi.” Nasir mengungkapkan agar dapat mengubah ekonomi Indonesia berfokus pada inovasi, riset di Indonesia tidak boleh berhenti pada jurnal ilmiah.

“Riset ke depan tidak hanya pada supply side, tapi harus sudah menuju pada demand side, sesuai pada kebutuhan masyarakat maupun industri,” ungkap Nasir di acara yang juga dihadiri Presiden Ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie. Salah satu contoh nyata penerapan inovasi adalah benih padi dari Badan Tenaga Nuklir (BATAN).

“Tahun lalu di 24 kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Sulawesi Selatan, pada Hakteknas kedua puluh dua, ditanam padi dari hasil inovasi. Yang rata rata tadinya hasilnya hanya 5 sampai 6 ton. Alhamdulillah, dengan (bibit) Sidenuk dari BATAN, yang punya inovasi dalam bidang pertanian, ternyata mampu menghasilkan padi seberat 10 sampai 12 ton per hektar,” ungkap Nasir.Hakteknas ke-23 pada 2018 ini berfokus pada energi dan pangan, diselenggarakan dengan rangkaian seminar dan workshop internasional sejak Kamis, 9 Agustus hingga Minggu, 12 Agustus 2018.

Tom/sn

Share this: