Forum Kantor Urusan Internasional Ke-3 Diselenggarakan di Padang-Bukit Tinggi

121312

Selama lebih dari 10 tahun belakangan ini berbagai upaya internasionalisasi kampus telah dilakukan oleh perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia. Berbagai insentif juga telah diberikan oleh Kemenristekdikti untuk meningkatkan kapasitas staf Kantor Urusan Internasional (KUI).

Terinspirasi oleh kebutuhan untuk saling bekerja sama dalam internasionalisasi, Forum KUI didirikan sebagai media berbagi pengalaman dalam mengelola KUI yang lebih profesional sertan mengajak lebih banyak perguruan tinggi untuk menjadikan agenda internasionalisasi sebagai salah satu prioritas mereka.

Forum KUI bercita-cita untuk membangun jejaring KUI di Indonesia yang mapan, mandiri dan profesional dengan mendorong penyelenggaraan berbagai program strategis sesuai kebutuhan para anggota, yaitu internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia, pengembangan pimpinan KUI, dan penguatan jejaring kerja sama (Konsorsium) untuk solusi menghadapi tantangan internasionalisasi.

Universitas Andalas ditunjuk sebagai penyelenggara Forum KUI ke 3 tanggal 12-14 Juli 2018 di Padang dan Bukittinggi. Kegiatan forum KUI tahun 2018 yang mengambil tema “Issues and Innovation in Managing International Office” ini diikuti sekitar 150 peserta dan undangan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Wakil Rektor Universitas Andalas (Unand) bidang kerja sama Dr Endry Martius saat membuka Forum KUI ini mengatakan bahwa “gelaran forum KUI yang ketiga ini menjadi ajang bagi akademisi yang berkecimpung pada urusan internasional memunculkan inovasi dan pemikiran ke arah penguatan tersebut.”

Sementara Kasubdit Kerja Sama Perguruan Tinggi, Purwanto Subroto mengatakan pada penyelenggaraan Forum KUI 2018 ini, Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti bermaksud untuk menggali informasi dan masukan sebanyak-banyaknya dari para peserta Forum KUI terkait tata kelola kerja sama, khususnya kerja sama penelitian, program mobilitas, serta tata kelola kemitraan internasional.

Untuk memperkaya kegiatan ini maka Forum KUI mendatangkan narasumber dari Cambridge AIE dan USAID yang hadir untuk menyampaikan informasi tentang potensi pengembangan program kerja sama internasional.

Pembicara dari Cambridge AIE menjelaskan mengenai manfaat kerja sama bagi perguruan tinggi sebagai pelaksana resmi dan pusat ujian internasional dari Cambridge University, UK (Cambridge Authorised Exam and Preparation Centre) dan prosedur kerja sama peningkatan kompetensi bahasa inggris “Cambridge English” dengan Cambridge University, UK.

Sementara itu Susan Buck Sutton, yang mewakili USAID berbagi dalam presentasinya mengenai praktik-praktik terbaik dari kantor-kantor internasional di Amerika Serikat (AS), yang dibaginya menjadi tiga bagian, yaitu (1) sejarah perkembangan internasionalisasi di universitas-universitas AS; (2) bagaimana hal ini membentuk kantor-kantor internasional di Amerika Serikat; dan (3) mengenai studi kasus: kerja sama internasional dan kantor internasional.

Susan menyimpulkan bahwa kantor-kantor internasional di AS melaksanakan pekerjaannya dalam konteks pengembangan pengetahuan, perencanaan strategis, networking, dan sentralitas institusi yang saat ini jauh lebih luas dibanding sebelumnya.

Keterlibatan partisipan Forum KUI 2018 di dalam Parallel Session selama dua hari di Bukit Tinggi diharapkan dapat mendatangkan ide-ide dan masukan yang segar yang akan digunakan sebagai dasar pengembangan kebijakan dan program-program baru di lingkungan Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti.

rudsnow

Share this: