Potensi di Daerah Sulit Dikembangkan Tanpa Partisipasi Batlitbang Daerah

111-1024x683

Dalam rangka meningkatkan inovasi sekaligus persaingan antar provinsi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPD) di ICE BSD, Banten pada Rabu, 4 Juli 2018 hingga Jumat, 6 Juli 2018.

“Saya punya asumsi. Kalau BPPD di suatu daerah tidak bagus, sulit ada inovasi di daerah tersebut. Tidak mungkin kementerian punya jangkauan yang sangat detail ke daerah untuk melakukan inovasi. Supaya BPPD bisa membantu lembaga penelitian di daerah menjadi PUI, menjadi STP, maka mereka perlu mendapatkan pelatihan,” ungkap Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo.

Peserta workshop  meliputi 109 balitbang yang ada di provinsi dan 75 balitbang yang ada di kabupaten dan kota. Patdono meyakini ada banyak potensi sumber daya di daerah yang belum diteliti dan dioptimalkan. Tugas BPPD adalah membantu daerah menemukan potensi yang belum dioptimalkan tewrsebut.

“Meskipun potensi inovasi di daerah itu banyak, tapi karena sistem inovasinya belum berjalan dengan baik, maka inovasi tidak bisa terjadi. Apabila sistem inovasi daerah bisa berjalan dengan baik, harapannya potensi inovasi di daerah yang belum digali dan dikembangkan, bisa digali dan dikembangkan,” ungkap Patdono.

Patdono mencontohkan bagaimana daerah dapat mengembangkan potensi daerah dengan Oil Palm Sains Techno Park (OPSTP), yang dikelola oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, Sumatera Utara. “Di Sumatera Utara ada pusat penelitian sawit, kemudian kita bina supaya pusat penelitian sawit yang dulu melakukan penelitian bersifat teoritis, kemudian kita bina, menjadi PUI, kemudian menjadi STP. (Semua) lembaga penelitian di daerah bisa menjadi PUI, bisa menjadi STP, (sehingga) kita berharap BPPD mempunyai peran signifikan,” ungkap Patdono.

rudsnow

Share this: