“Indonesian Innovation Day” di Jepang Targetkan 10 Kerjasama Internasional

sdfsd

JAKARTA- Dalam rangka menyambut Indonesian Innovasion Day di Jepang, Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kemenriatekdikti mengelar Rapat Koordinasi Persiapan Penguatan Hilirasisasi Produk Unggulan PUI dengan tema “Peningkatan Kapasitas Hilirisasi Produk Unggulan PUI  2018” di Hotel Saripan Pasific Jakarta,  18 April 2018.

Rapat koordinasi dihadiri Dirjen Kelembagaan Kemenriatekdikti Patdono Suwigjo, Direktur PUI Kemal Prihatman, Kepala Dewan Riset Nasional Bambang Setiadi serta tamu undangan yang lain.

Dalam laporannya Direktur Litbang PUI Kemal Prihatman menyampaikan persiapan hilirisasi produk unggulan PUI dalam rangka mengikuti Indonesia Inovasion Day di Jepang, rangkaian agendanya terdiri dari publik presentasi dari produk unggulan, pameran produk inovasi, dan Busines Match Making.

Delegasi juga akan melakukan kunjungan dan menandatangani kerjasama dengan pusat unggulan dan litbang terkait di Jepang.

Dalam Indonesia Inovasion Day nanti ditargetkan akan menghasilkan 10 kerjasama internasional terkait inovasi, terutama dengan lembaga pengembangan inovasi Jepang. “Kita targetkan minimal ada 10 kerjasama internasional dengan Jepang,” tegasnya.

Sementara Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo dalam arahannya menyampaikan bahwa sejak bergabung antara Ristek dan Dikti yang awalnya menjadi kewenangan kementeriaan yang berbeda, yakni ristek di bawah Kemenristek dan dikti di bawah Kemendiknas. Sekarang banyak penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi. Ini hikmah dari penyatuan ristek dan dikti yang program penelitian dan pengawasannya dibawah satu koordinasi.

Patdono berharap peneliti di kampus kampus  semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitiannya. Perguruan tinggi harus bisa menghasilkan penelitian dalam konteks inovasi dan hasilnya juga bisa masuk publikasi internasional yang terindeks.

Lembaga penelitian di perguruan tinggi adalah penelitian akademik dan yang sudah bagus diharapkan terus dibina untuk menghasilkan peneliti Inovatif. Hasil penelitiannya diharapkan yang sudah mencapai rideness atau level 9 dan berhasil dihilirisasi.

Terkait  persiapan Kemenristekdikti menghadapi Indonesia Inovasion Day di Jepang, Patdono berharap Indonesia mendapatkan banyak keuntungan dalam rangka pengembangan inovasi.

Indonesia harus mampu menunjukkan ke dunia bahwa para peneliti Indonesia mampu menghasilkan berbagai penelitian. Bahkan, hasil penelitiannya mampu menopang industri dalam negeri, salah satunya adalah penguatan hilirisasi produk unggulan.

Patdono juga sangat berharap di even tersebut ada produk inovasi Indonesia yang berkerjasama dengan pusat unggulan iptek negara lain, bahkan dengan perusahaan atau industri negara lain.

“Dengan pusat uggulan Indonesia kerjasama dengan pihak lain diharapkan mampu menciptakan kerangka atau model mekanisme kerjasama internasional yang tepat guna,’’ jelasnya.

Share this: