Bantuan Kerja Sama Joint Degree Mulai Dimonev

WhatsApp Image 2018-04-23 at 12.06.04 (1)

Yogyakarta – Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti melakukan monitoring dan evaluasi (monev) progres Bantuan Fasilitasi Kerja Sama Internasional (BFKSI) yang diberikan kepada beberapa perguruan tinggi swasta (PTS).

PTS yang dievaluasi dan dimonitoring pada Rabu dan Kamis, 11 hingga 12 April 2018 mencakup: Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Islam Indonesia (UII).

Tim monitoring dan evaluasi terdiri dari Kepala Bagian Hukum, Kerja Sama, dan Layanan Informasi Sakti Nasution, Kepala Subdirektorat Kerja Sama Perguruan Tinggi R. Purwanto Subroto, dan Kepala Seksi Kerja Sama Luar Negeri Adhrial Refaddin. Tim ini langsung mendatangi ketiga perguruan tinggi tersebut untuk melihat sejauh mana progres dari penggunaan anggaran BFKSI, terutama apakah sudah ada memorandum of agreement (MoA) dalam kerja sama joint degree dari PTS yang mendapatkan bantuan dengan salah satu perguruan tinggi luar negeri.

Dari hasil monev tersebut, Kemenristekdikti mendapatkan laporan bahwa UAJY sudah membentuk MoA dengan Technische Universitat Ilmenau, Jerman; UAD sudah membentuk MoA, bahkan sudah mengirim mahasiswa joint degree ke Guangxi University for Nasionalities (GXUN), Republik Rakyat Tiongkok; namun UII masih surat merancang MoA dengan Universitas Twente (Belanda), karena Universitas Twente secara sepihak memutuskan untuk menunda program joint degree dengan semua universitas di luar Belanda.

Dari BFKSI ini, UAJY mendapatkan bantuan dengan total 125 juta Rupiah dalam dua bentuk kerja sama, UAD mendapatkan bantuan dengan total 75 juta Rupiah dalam satu bentuk kerja sama, dan UII mendapatkan bantuan dengan total 175 juta Rupiah. Kerja sama joint degree ini akan memberikan mahasiswa dua ijazah sarjana atau magister dari perguruan tinggi dalam negeri dan perguruan tinggi luar negeri.

Bersama dengan monev ini, Kemenristekdikti juga memberikan sosialisasi aplikasi online usulan izin kerja sama luar negeri melalui situs? izinkerma.ristekdikti.go.id? yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. tom

Share this: