Lulusan Politeknik Indonesia Menembus Kawasan Asia Tenggara

pemeringkatan-1024x683 (1)

SURABAYA -? Kualitas lulusan Politeknik Indonesia kini? semakin mendunia. Tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja dalam negeri, namun kini sudah mampu bersaing hingga kawasan Asia Tenggara atau ASEAN berkat kerjasama dan sinergi antar lembaga pendidikan politeknik di kawasan ini yang terwadahi dalam ? SEAMEO Polytechnic Network sejak 2015.

Salah satu program yang mendukung lulusan politeknik mampu bersaing di awasan Asia Tenggara adalah adanya persamaan kurikulum pembelajaran dan praktek serta pertukaran mahasiswa antar lembaga pendidikan politeknik di kawasan ini yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di kawasan Asia Tenggara.

Hal inilah yang dirasakah para pengelola politeknik di Asia Tenggara yang mengikuti 3rd? SEAMAO Polytechnic Network Meeting, Implementation? fot the 2nd Batch of SEA-TVET Student Intership Exchange ? and SEA-TVET 3-2-1Dual Programme yang diselenggarakan di Gedung Pascasarjana Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) , 5-6 April 2018.

Acara ini dibuka oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignyo. Juga hadir Direktur Sekretariat SEAMEO? Dr Gatot Hari Priowiryanto, Direktur PENS Surabaya dr Zainal Arief dan perwakilan lembaga pendidikan politeknik dari seluruh Indonesia, Malaysia, Philipina dan Thailand.

Patdono Suwignyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerjasama antar politeknik di kawasan Asia Tenggara ini adalah jawaban dari menghadapi persaingan dunia global di semua sektor, termasuk sektor pendidikan, lapangan pekerjaan dan ekonomi.? Jika saat ini lulusan politeknik lebih banyak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, ke depannya sudah harus mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kawasan Asia Tenggara, bahkan dunia.

Program ini dirintis Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Mahasiswa politeknik bisa magang dan tukar pendidikan di negara Asia Tenggara, sehingga lulusannya akan terstandar dengan kebutuhan industri dunia. “Jadi, nantinya lulusan politeknik Indonesia bisa saja bekerja di perusahaan perusahaan besar di Asia Tenggara, bahkan bisa di perusahaan besar luar yang sudah bekerjasama seperti di Jepang dan Korea,’’ jelasnya.

Sementara itu Direktur Sekretariat SEAMEO? Gatot Hari Priowiryanto berjanji akan terus meningkatkan kualitas kerjasama antara lembaga pendidikan politeknik antar negara. Tujuannya lulusan di masing-masing politeknik tersebut memiliki standart yang sama, baik materi pembelajarannya, kualitas dosen dan pembimbing, fasilitas hingga industri yang digunakan untuk magang mahasiswa memiliki standart yang sama.

“Ke depan akan kita tingkatkan cakupan kerjasamanya, tidak hanya untuk kawasan ASEAN, namun bisa lebih luas sampai Asia dan Eropa,’’ harapnya.

Direktur PENS Surabaya Zainal Arief mengakui, kini mahasiswa PENS Surabaya? sudah ada yang magang di luar negeri. Selain magang di perusahaan luar negeri, juga ada pertukaran pelajar antar politeknik di Philipna, Thailand dan Malaysia. Beberapa pertemuan antar pengelola politeknik juga terus? dilakukan guna terus meningkatkan link and match antara politeknik dengan industri.

‘’Dengan pengalaman belajar dan magang di luar negeri, lulusan kami semakin berkualitas. Mereka siap bersaing di dalam negeri, juga bisa bersaing dengan lulusan luar negeri.Ke depannya kami berharap? pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti terus memfasilitasi agar kerjasama seperti ini terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas program dan kuantitas mahasiswa yang mengikuti? program pertukaran ini,” harapnya.

(*)

Share this: