Pendirian Sekolah Tinggi Kewirausahaan Guna Mempersiapkan Para Pengusaha

_20180322_155503

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Senin (19/3/2018), di Kemenristekdikti, Senayan Jakrta  memberi langsung surat keputusan (SK) pendirian Sekolah Tinggi Kewirausahaan yang pertama di Indonesia, yaitu Sekolah Tinggi Kewirausahaan Selamat Pagi Indonesia (STK SPI) yang berada di Kota Batu, Jawa Timur.

Nasir langsung menyampaikan salinan SK pendirian perguruan tinggi STK SPI kepada pendiri Yayasan Selamat Pagi Indonesia Julianto Eka Putra.

Dalam sambutannya, Nasir ingin menghilangkan pandangan negatif masyarakat bahwa lulusan perguruan tinggi masih menganggur. Jangan mencetak lulusan kemudian setelah itu menjadi pengangguran. ” Ini yang kita hindari,” tegas Nasir.

“Kita lihat Indonesia itu di dalam kewirausahaannya masih sangat rendah dibandingkan negara-negara lain. Kalau kita coba banding, posisi sekarang baru 3,1 persen dari total penduduk Indonesia. Itu masih sangat rendah. Kalau kita bandingkan dengan Malaysia, sudah 5 persen. Kalau kita bandingkan dengan Singapura, sudah 7 persen,” ungkap Nasir.

“Pemerintah berharap pendirian Sekolah Tinggi Kewirausahaan ini tidak hanya didirikan di Malang saja. Di daerah-daerah lain juga perlu didirikan sekolah tinggi yang sama, agar semakin banyak anak bangsa yang dipersiapkan menjadi pengusaha-pengusaha sukses,” lanjut Nasir.

Selain memberikan izin pendirian Sekolah Tinggi Kewirausahaan dan pembukaan program studi Kewirausahaan (Entrepreneurship) pada jenjang diploma tiga dan sarjana, Kemenristekdikti saat ini mengurangi lulusan perguruan tinggi menganggur dengan merevitalisasi perguruan tinggi vokasi, yaitu perguruan tinggi yang memberikan gelar diploma tiga, sarjana terapan, dan magister terapan.

“Kita punya politeknik, target kami lulusan dari politeknik, seratus persen bisa memasuki ke dunia kerja tanpa training dan sebagian juga bisa menciptakan kewirausahaan baru, karena sudah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Ini target yang kami harus lakukan ke depan,” pungkas Nasir.

tom/rudsnow

Share this: