BPPTSI Harus Mampu Jadikan Pendidikan Tinggi yang Berkualitas

3

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo menghadiri pelantikan Pengurus Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BPPTSI) Banten periode 2018-2022 di Pendopo Gubernur Banten, Rabu 21 Maret 2018.? Tampak hadir Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua BPPTSI Pusat Prof? Dr Thomas dan Ketua BPPTSI Banten Mulya Rahmatullah.

Dalam kesempatan ini, Patdono sangat mengapresiasi BPPTSI Banten yang serius menjalankan organisasinya dalam rangka membina perguruan tinggi swasta yang jumlahnya mencapai 140 lembaga. BPPTSI harus mampu membuat anggotanya menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas, yang dapat menghasilkan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan pasar di Banten dan nasional.

Selain itu, Patdono juga mengingatkan kepada perguruan tinggi swasta di Banten untuk mengikuti perkembangan teknologi kekinian seperti penggunaan pembelajaran online, pemenuhan fasilitas? sarana dan prasarana yang modern dan tepat guna hingga meningkatkan kualitas dosen. ? Ini dalam rangka mengantisipasi persaingan dengan akan adanya perguruan tinggi asing masuk Indonesia.

“Perguruan Tinggi swasta di Banten harus segera mengadopsi pembelajaran online untuk mengikuti perkembangan teknologi. Ini penting juga untuk bisa bersaing dengan perguruan tinggi asing yang akan masuk Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu Ketua BPPTSI Banten Mulya Rahmatullah mengucapkan banyak terimakasih kepada Kemenristekdikti dalam melakukan pembinaan perguruan tinggi swasta di Banten. Dijelaskannya, peran BPPTSI menjadi payung bagi anggotanya yang menyelenggarakan pendidikan perguruan tinggi, memperat tali silaturahim dan memecahkan persoalan yang rumit, mengembangkan potensi anggota dan menciptakan sinergitas sesama anggota, pemerintah dan stakeholder lainnya.

PTS Abal Abal

Pada kesempatan itu juga Gubernur Banten Wahidin Halim sangat mengapresiasi Kemenristekdikti yang telah melakukan pembinaan terhadap perguruan tinggi swasta di Banten, utamanya daam menindak perguruan tinggi abal-abal.

Wahidin melihat banyak kampus di Jakarta yang membuka perkuliahan di daerah lain, termasuk Banten? dengan menyewa ruko. Dengan hanya membayar 15 juta, mahasiswa ? sudah bisa mendapat ijazah. Mantan Walikota Tangerang ini meminta PNS di lingkungan Pemprov Banten tidak ada? yang memiliki ijazah dari perguruan tinggi abal abal tersebut.

“Kami berharap perguruan tinggi di Banten bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas yang masih banyak dibutuhkan dalam membangun Provinsi Banten.” harapnya (*)

Share this: