lnagurasi IABEE, Dirjen Ingatkan Peningkatan Mutu Pendidikan Teknik

20180313204033_IMG_3763-800x445

Untuk memperingati terbentuknya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan JICA mengadakan inagurasi Indonesia Accreditation? Board? for? Engineering? Education? (IABEE) di Hotel Luwansa Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018. Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo.

Hadir dalam acara ini Sekretaris Jenderal? Kementerian Riset, Teknologi Ainun Naim, Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses lndustri lnternasional Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan, Takada Mari dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, dan Naoki Ando? Kepala Perwakilan Kantor JICA Indonesia. Sebanyak 271 undangan dari kalangan perguruan tinggi juga mengikuti acara ini.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti mengatakan bahwa pembangunan di Indonesia saat ini membutuhkan keterlibatan banyak sarjana-sarjana teknik yang bermutu. Karena? itu, rencana strategis dan prioritas utama Kemenristekdikti adalah peningkatan mutu, termasuk mutu pendidikan teknik.

“Program yang dilaksanakan baik institusi maupun prodinya supaya terakreditasi yang maksimum di BAN-PT, yaitu akreditasi A. Untuk prodi-prodi yang sudah terakreditasi A itu adalah pengakuan akreditasi domestik (Indonesia), maka itu kita dorong untuk lulusannya diakui oleh dunia internasional, maka kita dorong untuk melakukan akreditasi internasional,” lanjut Patdono.

“Prodi-prodi keteknikan biasanya akreditasi internasional yang diambil adalah? Accreditation Board for Engineering and Technology? (ABET), tetapi sayangnya prodi keteknikan yang sudah terakreditasi A itu tidak diakui oleh Washington Accord karena ABET (BAN-PT-nya Amerika) yang melakukan adalah lembaga akreditasi independen Amerika yang diakui akreditasinya hanya di wilayah Amerikanya saja,” katanya.

Karena itu, kata Patdono, sangat penting ada lembaga akreditasi independen yang diakui secara internasional sehingga didirikanlah IABEE.

IABEE dimaksudkan untuk menjadi alat untuk menjamin pelaksanaan pendidikan berbasis hasil dalam rangka menghasilkan tenaga professional keteknikan berkualitas tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

IABEE didirikan pada? November 2014 sebagai wujud? kerja sama antara Badan Kerjasama lnternasional Jepang (JICA) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi? untuk? mengakreditasi? program? studi? keteknikan? yang dilaksanakan oleh institusi pendidikan di Indonesia.

Sejak tahun 2013, Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE) telah dipercayakan oleh JICA untuk mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan akreditasi ini. Saat ini IABEE telah berhasil menyusun kriteria akreditasi serta instrumen evaluasinya, melatih evaluator, dan telah mengakreditasi 11 program studi dan akan mengakreditasi lebih dari 20 program di tahun 2018.

“Saya senang melaporkan bahwa proyek tersebut dilaksanakan dengan rasa kepemilikan masyarakat Indonesia dan bantuan teknis dari pakar JABEE. Ada komitmen kuat dari Pemerintah Indonesia dan sekelompok pakar Indonesia yang memiliki motivasi t inggi dari kalangan akademisi dan industri yang bekerja secara sukarela untuk IABEE,” ungkap Dr. Yasuyuki Aoshima,? Excutive Managing Director? JAB EE selaku? Chief Advisor? JICA untuk proyek IABEE, sebagaimana bunyi siaran pers dari JICA.

bgs/sn/rio

Share this: