Kemenristekdikti Ajak PTN Bersaing dengan Perguruan Tinggi Asing

431

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perguruan tinggi negeri (PTN) untuk mengimplementasikan perubahan positif dalam rangka bersaing dengan perguruan tinggi asing. Perubahan positif tersebut juga termasuk upaya meningkatkan akreditasi program studi dan akreditasi institusinya.

Demikian dikemukakan Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Totok Prasetyo pada pembukaan Workshop Kepemimpinan bagi Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri Tahap 3 Tahun 2017-2018, yang dilaksanakan Jumat (2/2) hingga Minggu (4/2) di Jakarta.

“Saya sudah sampaikan sebelumnya, tahun 2016, kalau memungkinkan perguruan tinggi asing jangan boleh masuk dulu ke Indonesia, tapi kita takkan bisa menghindar dari kebutuhan itu,” ungkap Totok.

Pemerintah akan mendorong perguruan tinggi untuk bersaing dengan perguruan tinggi asing, salah satunya dengan workshop ini.

“Ini yang perlu perguruan tinggi sikapi, karena katakanlah (perguruan tinggi) negeripun tidak ada privillage lagi. Semua hampir sama. Kalau kita tidak meningkatkan mutu, tentunya akan ditinggalkan oleh mahasiswa kita,” ungkap Totok.

Kemenristekdikti melakukan workshop ini dalam beberapa tahap. Workshop pertama mencakup konstruksi baru pendidikan tinggi dan tren kekinian atau current trend dari pendidikan tinggi di level global, ASEAN, dan Indonesia. Workshop kedua berfokus pada penjaminan mutu, pengelolaan perguruan tinggi (keuangan, sarana prasarana, dan sumber daya manusia), dan mengelola perubahan di PTN.

Workshop ketiga memberi kesempatan kepada pemimpin PTN untuk memaparkan rencana implementasi perubahan pada perguruan tinggi masing-masing, dimana paparan tersebut akan mendapatkan masukan dari pemimpin PTN lainnya.

Rencana implementasi perubahan tersebut akan diterapkan di perguruan tinggi masing-masing sejak Februari dan progresnya akan dilaporkan dan dipaparkan kembali pada workshop keempat pada Mei 2018.

Workshop Kepemimpinan ini mengundang 24 PTN, termasuk 11 universitas. Dalam rangka mendukung pendidikan vokasi, turut diundang 13 politeknik. Setelah satu sesi workshop selesai dilakukan, workshop kepemimpinan berikutnya akan dilakukan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemenristekdikti.

tom/rudsnow

Share this: