Program Pembinaan PTS Tahun 2018 Khusus Untuk PTS Klaster 4 dan 5

vur

Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sudah membuka kembali pendaftaran Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) tahun 2018.

Seperti tahun sebelumnya, PP-PTS merupakan program bantuan bagi pengembangan institusi PTS untuk meningkatkan atau memperbaiki mutu dalam proses pembelajaran, yaitu melalui bantuan peralatan pendidikan/laboratorium atau bantuan pembangunan gedung baru (satu lantai) dari Kemenristekdikti.

PTS? yang dapat menerima bantuan program ini adalah PTS binaan Kemenristekdikti yang berada pada klaster 4 dan 5. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 2189/C/KEP/VIII/2017.

Cara pengajuan PP-PTS dimaksud hanya dilakukan secara online melalui situs kelembaagaan.ristekdikti.go.id atau www.pppts.ristekdikti.go.id. Untuk dapat memeriksa apakah suatu PTS masuk ke kluster 4 atau 5, kode PTS tersebut dapat diperiksa pada situs www.pemeringkatan.ristekdikti.go.id.

Pada saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis PP-PTS bagi PTS untuk seluruh Kalimantan, Sabtu (20/1), Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Idiannor Mahyudin di salah satu hotel di Balikpapan Timur mengatakan bahwa PP-PTS merupakan stimulan dari Kemenristekdikti.

“Ini menunjukkan kepedulian luar biasa, sangat mulia, untuk memprogramkan agar PTS di wilayah Kalimantan ini dapat berkembang dengan baik. PTS ini sangat beruntung, walaupun ini sebagai stimulan, tapi substansinya sangat mendasar,” ujar Idiannor

Substansi mendasar yang dimaksud Idiannor ini adalah bagaimana PP-PTS dapat mendukung peningkatan akreditasi, baik program studi maupun institusi bagi PTS. Namun Idiannor juga mengingatkan, secara jangka panjang peningkatan mutu PTS merupakan tugas setiap badan penyelenggara.

“Suatu saat dana dari negara terbatas, maka inisiatif dari badan penyelenggara PTS adalah hal yang wajib. Jangan sampai yayasan hanya mampu melahirkan perguruan tinggi, setelah itu perguruan tingginya dibiarkan sendiri, pontang-panting kerja keras,” lanjut Idiannor di hadapan perwakilan beberapa PTS.

Dalam kesempatan ini, materi diberikan oleh dua orang yang turut menyusun persyaratan PP-PTS 2018, yaitu Kiki Yuliati dan Iik Wilarso. Sosialisasi serupa juga sudah dilaksanakan untuk wilayah Sulawesi di Makasssar, dan Wilayah Maluku kepulauan di Ambon, beberapa waktu lalu. .

 

Tom/rudsnow

Share this: