Menristekdikti: Universitas dan Pusat Riset Tak Boleh Seperti Museum

IMG_1702

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan perguruan tinggi dan science and technological parks (STP) di Indonesia harus menghasilkan inovasi yang langsung bisa dimanfaatkan masyarakat, termasuk nelayan.

Nasir ungkapkan instruksinya saat menunjungi Marine Science and Techno Park (MSTP) Universitas Diponegoro (Undip). MSTP Undip tersebut berada di pantai Teluk Awur, Kabupaten Jepara pada Jumat (29/12).

“Kita jangan sama dengan museum. Museum itu adalah apa yang dihasilkan di masa lalu. Kalau perguruan tinggi bangga dengan capaian masa lalu, itu adalah museum,” ungkap Nasir yang juga alumni dari Undip tersebut.

Nasir menargetkan STP di seluruh Indonesia harus langsung dapat mengubah pencaharian masyarakat disekitarnya.

“Bagaimana nelayan berubah dari mencari penceharian sehari-hari menjadi fokus ke bisnis. Risiko harus kita hitung, supaya masyarakat, jika memanfaatkan, betul betul menambah nilai tambah,” ungkap Nasir.

Nasir juga memberikan tips bagaimana agar MSTP Undip dapat menghasilkan inovasi langsung terap.

“Ada kapal datar dari UI, kita bisa deploy ke sini, untuk diteliti. Kalau di tempat lain sudah ada yang bagus. Kita adopt. Kita tidak perlu meriset dari awal,” ungkap Nasir.

MSTP Undip ini ditargetkan dapat menjadi pusat penelitian untuk desalinisasi air laut menjadi air tawar untuk kapal-kapal di Indonesia, selain juga menjadi penghasil belur (induk) udang prodiksi dalam negeri, sehingga penambak tidak perlu import dari Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat.

Tom

Share this: