Produk STP Berupa Start-up Company Dapat Ciptakan Lapangan Kerja Baru

lukito

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) saat ini mengembangkan lembaga penelitian secara bertahap agar menjadi science techno-parks (STP). Dari STP tersebut akan dihasilkan perusahaan pemula (start-up companies).

Demikian presentasi Direktur Kawasan Sains Dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Lukito Hasta Pratopo pada saat menjadi salah satu pembicara di Indonesia – China Science, Technology and Innovation Cooperation Forum (Senin, 27/11) di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta.

Lukito yang hadir mewakili Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti itu mengemukakan bahwa Indonesia sedang mengembangkan beberapa lembaga penelitian dengan penelitian dasar, dimana basisnya technology readiness level dari 6 ke 7. Hasilnya berupa publikasi internasional, paten, dan prototype.

“Penelitian dasar adalah tahap awal dari pengembangan penelitian di Indonesia, Langkah berikutnya adalah memastikan hasil penelitian tersebut dapat diterapkan dan dikomersialkan, ” jelas Lukito.

“Kemudian ditingkatkan menjadi pusat penelitian terapan (applied research center),  dengan pusat penelitiannya memiliki technology readiness level 9. Fokusnya pada komersialisasi, namun produknya masih belum dapat dimasukkan ke pasar.”

“Langkah berikutnya adalah center of excellence, dimana fokusnya adalah komersialiasi penelitian. Dengan hasil utamanya adalah komersialisasi dalam bentuk produk massal,” lanjut Lukito.

Tidak hanya sampai pada center of excellence, lembaga penelitian juga akan terus dikembangkan Kemenristekdikti hingga dapat menciptakan lapangan kerja baru melalui start-up companies.

“Setelah center of excellence dapat melakukan tugasnya dengan baik, mereka akan dijadikan STP dengan fokusnya pada transfer teknologi, inkubasi bisnis, dan start-up company. STP bukan produknya, tapi produknya adalah start-up company,” tegasnya.

Selain Lukito, pembicara lain dari Indonesia adalah Bayu Prabowo (Universitas Prasetya Mulya), Yunny Christine (Huwei Indonesia), Eniya Listiani (BPPT) dan Nurul Taufiqu Rahman (LIPI).

Dari China, antara lain Mao Jianjun (China Science and Technology Excahnge Centre), Wang Delu (Greatwall Enterprise Institute), Zhou Lin (Sahndong Academy of Agricultural Sciences).

Indonesia – China Science, Technology and Innovation Cooperation Forum dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani bersama Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Liu Yandong.

Dalam acara ini Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dan Menteri Sains dan Teknologi Republik Rakyat Tiongkok Wang Zhigang turut memberi pidato pembuka.

Tom/rudsnow

Share this: