Pemerintah Dorong Industri Miliki Politeknik

IMG_0339

“Dalam rangka menyediakan tenaga kerja yang dapat langsung diserap oleh industri, setiap industri yang berencana mendirikan perguruan tinggi akan diarahkan untuk mendirikan dan menyelenggarakan politeknik.”

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo dihadapan civitas akademika Politeknik Enjinering Indorama Purwakarta dan peserta wisuda kampus tersebut, di Purwakarta, Sabtu (4/11).

Patdono mengungkapkan ada dua kelemahan dalam pemenuhan tenaga industri di Indonesia. Kelemahan pertama, menurutnya, masyarakat Indonesia belum menghargai keterampilan.

“Masyarakat lebih senang sekolah yang dapat gelar, meskipun tidak mempunyai keterampilan. Itu terlihat pada perguruan tinggi yang lebih banyak akademik (mengembangkan ilmu), padahal dunia industri membutuhkan lulusan yang memiliki keterampilan tersebut,” ujarnya.

Di Indonesia saat ini jumlah perguruan tinggi vokasinya hanya 0,5 persen dari total empat ribuan perguruan tinggi yang ada.

Adapun kelemahan kedua, adalah keterlibatan industri terhadap pendidikan vokasi sangat kecil. “Di Indonesia, sangat sedikit politeknik yang dimiliki oleh industri,” kata Patdono.

Ia mencontohkan Jerman sebagai negara industri maju memiliki pendidikan politeknik terbaik sedunia, disana hampir semua politeknik di negara itu dimiliki oleh industrinya.

Patdono juga mengemukan apa yang sedang dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan inustri. Mulai awal tahun 2017 Kemenristekdikti telah melakukan program revitalisasi pendidikan vokasi. Program revitalisasi dilakukan hingga tahun anggaran 2019.

Revitalisasi pendidikan vokasi antara lain memberi beasiswa bagi dosen untuk mengikuti pelatihan sertifikasi internasional serta beasiswa retooling baik bagi dosen maupun mahasiswa vokasi untuk mempelajari praktik industri di luar negeri dan dalam negeri.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti juga mengapresiasi Politeknik Enjinering Indorama yang didirikan dan diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Indorama dalam mendukung penyediaan tenaga terampil bagi PT Indo-Rama Synthetics Tbk.

“Indorama memiliki insiatif untuk mendirikan politeknik, Kementerian sangat berterima kasih. Di samping membantu Pemerintah meningkatkan angka partisipasi kasar, juga membantu Pemerintah meningkatkan relevansi, yaitu menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri,” puji Patdono.

Tom/rudsnow

Share this: