Joint Working Group Indonesia dan Jepang Targetkan Keunggulan Akademik

jpg

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi tuan rumah untuk Joint Working Group (JWG) Indonesia – Jepang yang keempat dengan topik “Strengthening Network for Research, Innovation in Higher Education and Industry Linkage for Sustainable Development”.

Konferensi tiga hari ini dihadiri oleh 22 rektor universitas di Jepang dan 75 rektor PTN dan PTS di Indonesia serta berlangsung dari Senin (23/10) hingga (25/10) di Hotel JW Marriot, Surabaya.

Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Hari Purwanto mengungkapkan JWG ini memiliki tiga tujuan dalam mengembangkan perguruan tinggi di Indonesia menjadi bersaing di dunia internasional.

“Satu, untuk mendapatkan keunggulan akademik. Nanti universitas kita bisa sejajar dengan universitas level dunia.  Kedua, untuk mendapatkan hasil lanjutannya, yaitu mendapatkan nilai ekonomi, jadi (kegiatan) akademik yang dilakukan di universitas dan riset harus dilanjutkan ke ekonomi, jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri. Yang letiga memberikan social benefit kepada masyarakat,” ungkap Hari.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti Totok Prasetyo mengungkapkan pentingnya perguruan tinggi di Indonesia bekerja sama dengan perguruan tinggi asing.

“Kita punya beberapa JWG. Ini untuk membuat perguruan tinggi di Indonesia go internasional, paling tidak globally visible, locally engaged. Dengan bekerja sama dengan beberapa pergiruan tinggi asing itu, kita bisa mengenalkan perguruan tinggi di indonesia ke dunia internasional, karena kalau kita sudah diakui di internasional, tentunya mutu kita akan bagus,” ungkap Totok.

Selain Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Joni Hermana yang hadir sebagai tuan rumah. Dari delegasi Indonesia, turut hadir Wakil Ketua Bidang Pengembangan IPTEKS Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Kadarsyah Suryadi yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dalam kesempatan ini juga turut hadir Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Indonesia Ryo Nakamura, Konsulat Jenderal Kedubes Jepang di Surabaya Masaki Tani, dan Presiden Universitas Hokkaido Toyoharu Nawa yang juga sekaligus menjadi pimpinan delegasi rektor dari universitas Jepang.

Pada hari pertama (23/10), agenda utamanya adalah pembahasan kerja sama potensial dalam bidang kolaborasi dan pendidikan tata kelola universitas, kolaborasi riset dan inovasi, serta kolaborasi industri dan universitas dalam inovasi. Pembahasan ini bersifat teknis dan dihadiri oleh wakil rektor atau pimpinan lembaga riset perguruan tinggi dari kedua negara.

Pada hari kedua (24/10), para rektor dan/atau perwakilan universitas akan membahas memberikan masukan dan mempertimbangkan persetujuan terhadap pembahasan teknis pada hari sebelumnya. Catatan dari masukan tersebut akan digabung dan disampaikan pada sesi akhir di hari ketiga.

Pada hari kedua dan ketiga ini, para delegasi dari kedua negara diajak untuk mengunjungi laboratorium yang dimiliki ITS dan juga mengunjungi proses pembuatan kapal oleh PT PAL Indonesia di Surabaya.

 Tom/rudsnow

Share this: