Selamat Datang, Penerima Beasiswa KNB Tahun 2017 Berasal dari 47 Negara

1231234124

Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti menyambut hangat 140 orang mahasiswa manca negara penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Tahun 2017 di Hotel Ibis Styles, Tanggerang, Banten (31/08).

Ke-140 mahasiswa yang berasal dari 47 negara tersebut akan mengikuti program sarjana dan magister di 16 perguruan tinggi di Indonesia. Lebih dari 1000 pelamar untuk beasiswa ini, namun setelah melalui seleksi ketat dan dapat memenuhi persyaratan akademik yang ditentukan maka terpilih 140 orang tersebut.

Peserta beasiswa KNB akan melakukan perkuliahan di 16 perguruan tinggi, yaitu Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Diponegoro dan Universitas Gajah Mada.

Selain itu, mereka juga akan kuliah di Universitas Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjajaran, Universitas Pendidikan  Indonesia dan Universitas Sebelas Maret.

Kasubdit Kerjasama Perguruan Tinggi Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti Purwanto Subroto yang didampingi oleh Director of Public Diplomacy Kementerian Luar Negeri Al-Busyra Basnur berharap  ke 140 mahasiswa  manca negara dapat belajar dengan baik di Indonesia.

“Selamat datang di Indonesia. Saya berharap peserta beasiswa KNB akan mendapat perasaan yang menyenangkan di Indonesia, dan jangan lupa, ketika Anda kembali nanti dari Indonesia, kalian adalah duta kami. Harap sampaikan hal baik tentang Indonesia,” ujar Purwanto.

Sementara itu Al-Busyra Basnur Director of Public Diplomacy Kementerian Luar Negeri, berharap melalui  beasiswa KNB peserta bisa menjadi jembatan yang menguatkan hubungan dan kerja sama antara negara pesera, maupun antara negara masing-masing peserta dengan Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Al-Busyra Basnur juga menjelaskan bagaimana prioritas kebijakan luar negeri Indonesia. Menurutnya, pertama, kebijakan luar negeri Indonesia dilakukan untuk menjaga kedaulatan RI.

Kedua, melindungi warga Indonesia dan entitas legal Indonesia di luar negeri, karena ada jutaan orang Indonesia yang hidup di banyak negara, bekerja, belajar, dan bersama keluarga dan teman yang beberapa di antara mereka butuh dukungan dan pendampingan hukum.

Ketiga, adalah mempromosikan diplomasi ekonomi, Indonesia yang masuk dalam 20 ekonomi terbesar dunia dan menjadi anggota dari G20, dan yang keempat, memajukan peran internasional dan regional dari Indonesia. “Kebijakan luar negeri Indonesia adalah aktif, responsif, dan kontributif,” katanya.

Share this: