Perjanjian Kerja Sama Praktik Keinsinyuran

IMG_8471

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Kamis 27 Juli 2017.

Kerjasama menyangkut fasilitasi praktik keinsinyuran program profesi insinyur (PPI) bidang pekerjaan umum, perumahan, dan kawasan pemukiman. Penandatanganan PKS ini dilakukan oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo dan Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib.

Sebagaimana diketahui, program studi PPI telah dilaunching pada tanggal 13 April 2016, tahun lalu. Program ini merupakan pelaksanaan dari UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dan UU No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo dalam sambutannya mengatakan bahwa sampai saat ini Kemenristekdikti telah memberikan mandat kepada 40 perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk melaksanakan PPI.

Untuk mendukung PPI ini, Kemenristekdikti juga melakukan kerja sama untuk penyediaan wadah praktik keinsinyuran. “Kami juga melakukan berbagai kerja sama untuk mendukung program profesi insinyur melalui penyediaan wadah praktik keinsinyuran ini,” ujarnya.

Sementara itu Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib berharap dengan adanya UU Keinsinyuran profesi lulusan sarjana teknik dengan melakukan praktik keinsinyuran ini sah menjadi insinyur. Menurutnya, karena insfrastruktur terbesar ada di Kementerian PUPR maka pihaknya berinisiatif menyiapkan untuk tempat praktik bagi PPI.

“Lulusan sarjana teknik saat ini masih kurang dari segi praktiknya karena banyak mempelajari teori, jadi belum bisa dijadikan tenaga ahli. Banyak juga lulusan sarjana teknik bekerja tidak sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari seperti menjadi pegawai bank,” ujarnya

“Mudah-mudahan dengan adanya program profesi insinyur ini sarjana teknik bisa bekerja sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajarinya,” harap Yusid.

firly

Share this: