Membangun STP : Mendiskusikan Pengalaman Swiss & Indonesia

IMG_6765

Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti bekerjasama  dengan Kedutaan Besar Swiss menyelenggarakan seminar mengenai “How Science and Techno Parks Propel Innovation : Swiss and Indonesia Experience,”  bertempat di auditorium gedung Kemenristekdikti Senayan Jakarta, Kamis 13 Juli 2017

Seminar digelar dalam upaya mengembangkan konsep serta bentuk Science Techno Park (STP) di Indonesia yang melibatkan perguruan tinggi, dunia industri, serta pemerintah lokal.

Seminar dibuka oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo ini didampingi Kepala Sekretariat Negara Hubungan Internasional Swiss untuk Pendidikan, Penelitian, dan Inovasi Mauro Moruzzi. Hadir sebanyak 61 peserta seminar, baik dari perguruan tinggi, lembaga riset, maupun industri yang sedang membangun STP.

Patdono Suwignjo mengatakan pembangunan STP di negara lain bisa mencapai 28-35 tahun, kegiatan pengembangan STP merupakan pekerjaan yang sangat besar karena STP  bukan hanya memproduksi barang, tapi memproduksi perusahaan.

“Kita akan melakukan segala cara untuk mensukseskan pembangunan STP, salah satu usaha kita untuk mensukseskan pembangunan STP adalah kita berkolaborasi dengan negara-negara yang sudah memiliki rekam jejak di dalam pembangunan STP seperti Jerman, Swedia, dan Swiss,” ujarnya.

Lebih lanjut Patdono menjelaskan kegiatan ini dalam rangka mendiskusikan pengalaman bagaimana perguruan tinggi dan STP di Swiss dari mulai awal membangun STP dan mengoperasikan STP hingga sukses seperti saat ini.

“Untuk itu kami mengundang institusi-institusi baik perguruan tinggi, lembaga riset maupun industri yang sedang membangun STP untuk mendengarkan, sharing pengalaman dan kemudian kita jajaki kerja sama, “ ujarnya.

Nanti calon pengelola STP kita magangkan di STP Swiss untuk menambah keterampilan, bagaimana cara menghasilkan perusahaan pemula berbasis teknologi. Nanti diharapkan pula ada supervisi dari STP Swiss untuk STP di Indonesia. Selain itu, bagaimana mengelola STP, bagaimana cara menarik industri masuk kedalam STP juga dibahas dalam pertemuan ini.

Pada kesempatan yang sama Kepala Sekretariat Negara Hubungan Internasional Swiss untuk Pendidikan, Penelitian, dan Inovasi Mauro Moruzzi mengapresiasi adanya kegiatan ini.

“Sebenarnya hubungan antara akademisi dengan industri sangat penting untuk berinovasi, dimana sektor swasta dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi teknologi,” terangnya.

Untuk membahas bagaimana menjembatani hasil penelitian untuk dikomersialisasikan ini seminar menghadirkan narasumber Direktur Utama Ecole Politechnique Federale de Lausanne (EPFL) Swiss, Franco Vigliotti, Direktur Pengembangan dan Inkubator Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Hargo Utomo.

Sementara itu Wakil Ketua LIPI Bambang Subiyanto, Pimpinan Yayasan Zurich Technopark Mathias Holling memaparkan materi Kunci Sukses STP, materi Peranan Industri Swasta di STP dibahas oleh Kepala Layanan Manufaktur David Hari Tjahjono, Direktur Akun Internasional APAC, dan Direktur Cikarang Techno Park Johan Tamsir.

firly/rudsnow

Share this: