Safari PUI Dimulai, Perkenalkan Teknologi Anak Bangsa Kepada Masyarakat

IMG_6632

Dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 tahun 2017, Direktorat Lembaga Litbang Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  yang mengelola program Pusat Unggulan Iptek (PUI)  menyelenggarakan kegiatan Safari PUI 2017 dengan mengangkat tema Bakti Teknologi untuk Negeri.

Kegiatan ini diresmikan langsung oleh Menristekdikti Mohamad Nasir di Gedung Kemenristekdikti Senayan Jakarta, ditandai dengan melakukan video conference  dengan Walikota Palopo dan Masyarakat Petani peserta pelatihan di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palopo, Selasa, 11 Juli 2017.

Hadir dalam acara ini Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Kepala Biro KSKP Kemenristekdikti Nada Marsudi, dan perwakilan dari beberapa PUI.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan pemilihan lokasi agenda Safari PUI ini didasarkan pada pertimbangan bahwa puncak acara peringatan Hakteknas Tahun 2017 yang akan dipusatkan di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kegiatan Safari PUI 2017 ini berlangsung mulai dari tanggal 11 Juli 2017-10 Agustus 2017 tepat pada puncak peringatan Hakteknas 2017 di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo menuturkan tujuan dari pelaksanaan Safari PUI 2017 ini untuk mengetahui potensi-potensi yang ada di daerah lokasi Safari PUI.

“PUI akan mengetahui potensi apa yang dapat dikembangkan di daerah-daerah sehingga menjadi produk unggulan di daerah tersebut, selain itu kita juga akan melakukan pelatihan hingga transfer teknologi agar produk unggulan daerah dapat diproduksi secara masal,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemal Prihatman prioritas Safari PUI 2017 di Sulawesi Selatan adalah bidang pangan seperti sagu dan rumput laut. Khusus untuk rumput laut dikelola oleh Universitas Hasanuddin mulai dari bibit rumput lautnya, namun hingga kini masyarakat di daerah tidak mengetahui adanya teknologi tersebut.

“Maka dari itu tujuan dari Safari PUI 2017 ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat di daerah bahwa kita memiliki teknologi yang dapat diterapkan dimasyarakat dan semua itu adalah produk teknologi anak bangsa,” kata Kemal.

Kegiatan pembuka sekaligus Launching Safari PUI 2017 ini diawali dengan pelatihan terkait Sagu dan Rumput Laut di Kota Palopo Sulawesi Selatan. Agenda yang disambut oleh Walikota Palopo Judas Amir ini, melibatkan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kota Palopo, masyarakat petani sagu dari Kelompok Tani Nekar Jaya, masyarakat petani rumput laut dari Kelompok Tani Bunga Karang, UKM Pengolahan Rumput Laut CV. Lestari Nusantara, Asosiasi Rumput Laut, serta para mahasiswa dari beberapa universitas setempat seperti Universitas Andi Djema, Universitas Tjokroaminoto, IAIN Palopo, STIEM Palopo, STISIPOL Veteran-Palopo, dan STIKES Palopo.

firly/rudsnow/foto bagus

Share this: