Perkuat Jejaring Internasional Dalam Rangka Promosi dan Hilirisasi Produk PUI

0000-1-800x445

Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti menggelar Forum  Fasilitasi dan Asistensi Teknis Penguatan Hilirisasi Produk Unggulan Iptek (PUI) di Ruang Rapat lantai 16 BPPT Jakarta, Kamis, 6 Juli 2017.

Acara yang dibuka langsung oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo ini dihadiri oleh perwakilan PUI dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Topik yang dibahas dalam forum ini adalah persiapan produk unggulan PUI yang akan di promosikan dan bekerja sama di kancah internasional.

Menurut World Economic Forum (WEF), lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia saat ini berada di peringkat 41 dari 140 negara. Untuk itu produk unggulan PUI memerlukan dukungan hilirisasi di dalam dan luar negeri, serta perlu peningkatan jejaring internasional dalam promosi produk unggulan PUI.

Dalam rangka inisiasi hilirisasi produk unggulan PUI, akan dilakukan kunjungan ke HTCE (High Tech Campus Eindhoven) pada September 2017 guna memperkenalkan produk unggulan hasil litbang PUI kepada mitra industri/lembaga riset di HTCE melalui kerja sama riset dan implementasi di dunia industri.

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo menghimbau agar produk yang akan ditampilkan untuk kerjasama dengan pihak HTCE bukan produk yang biasa, namun produk yang diminati.

“Maka pilihlah produk-produk yang seksi. Kadang produk-produk unggulan di dalam negeri belum tentu menjadi produk unggulan bagi luar negeri, untuk itu perlu persiapan yang matang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengembangan Kemal Prihatman mengatakan bahwa saat ini PUI akan mempersiapkan diri untuk hilirisasi produk riset dari lembaga litbang LPNK (Lembaga Pemerintah Non Kementerian), Kementerian, dan Perguruan Tinggi.

“Kita akan mencoba kerjasama yang sudah difasilitasi HTCE untuk melakukan kerjasama riset disana, dan menindaklanjuti MOU Kemenristekdikti dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Belanda,” jelas Kemal.

Kemal menambahkan target dalam kerja sama nantinya pada capacity building, peningkatan kualitas produk riset, kemungkinan ada infrastruktur yang bisa dilakukan di Indonesia maupun di HTCE. Dalam kerja sama ini kita juga harus menerapkan win-win solution karena kerja sama ini juga harus menguntungkan secara nasional.

firly/sn

Share this: