Peringkat UI, ITB dan UGM Naik Signifikan di QS World University

WCU

JAKARTA — Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada mampu menembus 500 besar perguruan tinggi bergengsi di dunia. Pemeringkatan ini dilakukan Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2017/2018 yang dirilis pada Kamis (8/6).

Pemeringkatan QS World dilakukan pada lebih dari 959 perguruan tinggi (PT) di 84 negara. Peringkat UI naik menjadi ke-277 (naik 48 peringkat), ITB di peringkat ke-331, dan UGM di peringkat ke-402 (naik 99 peringkat).

“Ini bukti bahwa kualitas perguruan tinggi Indonesia semakin baik dari tahun ke tahun dan dapat bersaing di tingkat dunia,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir saat memberikan kuliah umum di Universitas Borneo Tarakan di Kalimantan Utara.

Secara terpisah, Rektor UI Muhammad Anis mengatakan, pemeringkatan ini menegaskan kembali akan expertise (keahlian) UI sebagai universitas terbaik bangsa pada bidang Sosial Humaniora, Kesehatan, dan Sains Teknologi.

“Kami akan gencar melakukan peningkatan mutu pengajaran, pengabdian masyarakat, serta terlibat dalam penelitian mutakhir untuk turut berkontribusi menghasilkan lulusan unggul untuk menciptakan nilai kompetitif dan unggul bangsa ini,” ujar Anis.

Dalam pemeringkatan oleh QS World ini peringkat UGM meningkat secara signifikan ke posisi ke-402 dunia. Dalam indikator reputasi akademik, UGM juga melonjak hingga ke peringkat ke-203. “Tahun ini sebenarnya UGM ditargetkan oleh Kemenristekdikti untuk masuk ke 500 besar dunia. Jadi, dengan naik ke peringket ke-402, UGM sebenarnya sudah melampaui target,” ujar Kepala Kantor Jaminan Mutu UGM Indra Wijaya Kusuma.

Pada periode penilaian sebelumnya, UGM masih menempati posisi ke-501 dunia. Karena itu, kata Indra, lompatan yang dialami tahun ini menunjukkan besarnya komitmen serta kerja keras yang telah dilakukan oleh segenap sivitas akademika UGM dalam meningkatkan kualitas kegiatan Tridarma di UGM.

Ke depan, ujar Indra, UGM memiliki tantangan untuk meneruskan kemajuan pencapaian pada tahun ini demi kesinambungan peningkatan kualitas. Untuk itu, perbaikan harus terus dilakukan di semua aspek. “Semua aspek harus ditingkatkan, terutama riset, publikasi, dan sitasi UGM,” ujar Indra.

QS World University Ranking menggunakan enam indikator performa dalam pemeringkatan. Pertama, reputasi akademik (40 persen), mengukur unsur akademik secara menyeluruh. Kedua, reputasi lulusan (10 persen), mengidentifikasi performa dan kualitas lulusan universitas di mata para pemimpin perusahaan. Ketiga, rasio dosen dan mahasiswa (20 persen), mengukur komponen yang menunjang keberlangsungan belajar mengajar di perguruan tinggi, seperti jumlah tenaga pendidik berbanding dengan jumlah mahasiswa.

Keempat, sitasi dosen(20 persen), mengukur jumlah kutipan (citation), jumlah publikasi ilmiah serta dampak penelitian yang dihasilkan para sivitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat. Kelima, dosen internasional (5 persen ), mengukur jumlah ekspatriat/tenaga pendidik asing di fakultas/perguruan tinggi. Keenam, mahasiswa internasional (5 persen), jumlah mahasiswa asing di fakultas/perguruan tinggi.

ELN/Kompas/foto Ristekdikti

Share this: