Sosialisasi Peningkatan Reputasi Perguruan Tinggi Indonesia

1234

Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti menggelar Sosialisasi dan Workshop Times Higher Educations (THE) Rangkings dengan tema “Sosialisasi Peningkatan Reputasi Perguruan Tinggi Indonesia menuju World Class University” dalam rangka upaya pencapaian target indikator kinerja sasaran strategis jumlah perguruan tinggi masuk dalam rangking 500 top dunia.

Acara yang diselenggarakan di Grand Inna Hotel, Bali pada Selasa, 23 Mei 2017 tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Totok Prasetyo, dengan narasumber ketua tim pakar peningkatan reputasi perguruan tinggi Hermawan Kresno Dipojono, dan perwakilan dari THE Asia Pasific Michael Lubacz.

Hadir 41 perguruan tinggi terakreditasi A, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) yang akan didorong untuk menjadi World Class University (WCU).

Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Totok Prasetyo pada saat membuka perhelatan ini mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti terus melakukan pembinaan terhadap universitas terakreditasi A untuk menuju WCU.

“Agar pembinaanya tepat, di buat rangking perguruan tinggi, kemudian dari rangking ini dibagi dalam 5 klaster. Klaster I adalah yang paling top di Indonesia. Pada tahun 2015 ada 11 perguruan tinggi, dan ditahun 2016 ada 12 perguruan tinggi, ini yang kita bina untuk menjadi WCU, ” ujarnya

“Untuk klaster II dan III dilakukan pembinaan akreditasi dan pembinaan untuk institusinya, karena kebanyakan klaster ini masih akreditasi B, sementara klaster IV dan V terus kita dorong terus untuk bisa meningkat dan dapat meraih akreditasi yang lebih baik,” jelas Totok.

Totok menambahkan untuk menuju WCU maka salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengadakan pameran-pameran di luar negeri, untuk mengenalkan perguruan tinggi Indonesia, lalu peningkatan jurnal internasional, dan yang ketiga adalah internasionalisasi baik itu dosen asing maupun mahasiswa asing.

“Saat ini ada dua yang masuk dalam peringkat perguruan tinggi versi QS yaitu Universitas Indonesia di peringkat 325 dan Institut Teknologi Bandung di ranking 401, sedangkan Universitas Gadjah Mada masih ada diperingkat 501 kurang satu peringkat untuk sampai 500,” tambahnya.

Sementara itu perwakilan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Nugraha mengatakan yang lebih ditekankan itu adalah internasionalisasi, yaitu berusaha menambah jumlah dosen asing yang terlibat di pendidikan kita dan juga menambah mahasiswa asing yang mau belajar di ITB.

“Karena bila universitas kita sudah dikenal dunia pasti banyak mahasiswa asing yang mau belajar disini, dan juga yang paling penting adalah sitasi/jumlah riset yaitu kita mendorong dosen ITB untuk bisa membuat riset publikasi di jurnal yang berkualitas, “ ujarnya.

Nugraha menambahkan “branding secara tidak langsung adalah lewat publikasi, jadi kalau kita publikasi di tempat yang berprestasi pasti nama kita akan naik, dan cara kami untuk dikenal banyak orang adalah yaitu kita ikut beberapa program THE  dan QS seperti pameran-pameran,” katanya lagi.

Dari 50 perwakilan perguruan tinggi yg diundang pada acara ini,  hadir 41 perguruan tinggi yaitu Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Semarang, STIE Perbanas Surabaya, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Bina Nusantara, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada.

Universitas Gunadarma, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Jember, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Universitas Kristen Petra, Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjajaran, Universitas Pertahanan, Universitas Sanata Dharma, Universitas Sebelas Maret, Universitas Sriwijaya, Universitas Telkom dan Universitas Udayana.

firly/bagus/ramdan/rudsnow

Share this: