Menyamakan Persepsi dalam Mencapai Target PUI Unggul

gaji-besar-800x417

Para pakar diminta untuk bisa mengevaluasi dan memfasilitasi pembinaan Pusat Unggulan Iptek (PUI). Juga, dapat menyamakan persepsi (dari masing-masing instansi) bagaimana mengembangkan PUI yang unggul dan memiliki standar kualitas yang tinggi sebagaimana standar yang telah ditentukan.

Begitu harapan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo pada Rapat Kerja (raker) PUI dalam rangka “Persiapan Pelaksanaan Supervisi Monitoring dan Evaluasi PUI Tahun 2017” di Ruang Komisi Utama Gedung II BPPT Jl. MH Thamrin Jakarta, Rabu 5 April 2017.

Raker PUI ini diikuti 48 pakar berbagai latar belakang keilmuan dari berbagai lembaga dan perguruan tinggi. Patdono Suwignjo yang hadir memberi pengarahan dalam raker tersebut, mengatakan harapan pemerintah untuk Kemenristekdikti ada dua, yaitu menghasilkan tenaga kerja pendidikan tinggi yang kompeten dan menghasilkan karya Inovasi.

“Dalam mencapai target inovasi, maka aspek kelembagaan kita harus melakukan pengaturan atau strategi pembinaan seperti membuat perbincangan dari kelembagaan, lembaga penelitian, dan pengembangan yang diharapkan menghasilkan inovasi,” tuturnya.

Lembaga penelitian yang paling rendah dinamakan lembaga penelitian akademik, yakni lembaga penelitian yang tujuannya untuk menghasilkan publikasi  internasional, paten, dan prototype. Lembaga ini jika diperingkatkan masuk dalam kategori readiness level-nya  mencapai 5-6 hingga 9 dengan hasil penelitiannya yang sudah dibuktikan di uji skala laboratorium.

“Secara umum lembaga penelitian di perguruan tinggi itu adalah yang paling rendah dalam konteks pengembangan inovasi. Untuk itu, lembaga penelitian akademik ini akan disupervisi, diberikan bantuan anggaran, tenaga ahli dan peralatan agar tingkat readiness level-nya naik,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut Patdono mengemukan, Kemenristekdikti juga akan meningkatkan jumlah Pusat Unggulan Iptek (PUI) pada tahun 2017 ini melalui program strategic objective atau top priority tahun 2015-2019. Strategic objective ada lima, yaitu meningkatkan mutu, relevansinya dengan kebutuhan masyarakat, aksesnya mudah, berdaya saing, dan tata kelola yang baik.  Sedangkan, “Target awal PUI pada tahun 2017 akan mengembangkan 20 PUI unggul menjadi 30, dan pada akhir tahun 2019 ditargetkan sudah ada 45 PUI unggulan,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemal Prihatman menjelaskan target di tahun 2019, sudah ada 100 lembaga PUI yang berdiri dan harus terus dibina.

PUI sendiri dibagi menjadi empat  tingkatan yakni PUI Pratama, PUI Madya, PUI Utama dan PUI Unggul. Ciri utama dari PUI Unggul adalah salah satu produk penelitiannya berhasil dikomersilkan.

Setelah PUI Unggul, diharapkan menjadi Science Techno Park (STP) yang seluruh produk inovasinya dapat dikomersilkan. Oleh karena itu, harus ada konsentrasi terhadap penelitiannya. Pembinaan terhadap pengusaha pemula berbasis teknologi juga harus ditingkatkan untuk banyak memanfaatkan hasil penelitian dari STP.

“Bisnis proses yang paling penting di levelnya adalah teknologi transfer dan bisnis inkubasi. Disinilah hasil penelitian mampu diaplikasikan dalam bisnis yang diharapkan dikembangkan oleh pengusaha baru di bidang teknologi,” jelas Kemal.

bagus/ramdlon/sn

Share this: