PTS Penyewa Ruko Siap-siap Di-merger

kopertis

Kemenristekdikti mulai gerah dengan  Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang masih berada di bangunan ruko. Pasalnya, hal tersebut tidak sesuai dengan standar pendirian perguruan tinggi.

Direktur Jendral Kelembagaan Ilmu Teknologi dan Perguruan Tinggi, Patdono Suwignjo menegaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap perguruan tinggi, khususnya PTS yang dinilai pelayanannya lemah dan tidak maksimal dalam menjalankan fungsi sebagai perguruan tinggi.

“Ya, apalagi PTS yang bangunannya masih menyewa ruko. Itu nanti siap-siap saja akan di merger (gabung PTS lain yang dinilai mampu, red), kalau tidak mau di merger tentu akan kita tertibkan,” tegasnya di sela-sela kegiatan Penutupan Rapat Koordinasi Koordinator dan Sekretaris Pelaksana Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) se-Indonesia, di Hotel Aryaduta, Jumat (20/01).

Dikatakan, sejauh ini pihak Kemenristekdikti sudah melakukan merger beberapa PTS yang lemah di beberapa daerah. “Sudah ada PTS yang di merger, misalnya di Maluku dan Sulawesi. Saat ini kita masih mendata di seluruh Indonesia, di setiap daerah itu pasti ada, makanya akan kita tindak serius,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah II Sumbagsel-Babel Prof Dr Slamet Widodo MS MM menyebutkan pihak Kopertis wilayah II Sumbagsel-Babel sebagai perpanjang tanganan untuk menjalankan tugas pengawasan, pembinaan, dan pengendalian akan segera mendata PTS yang dinilai lemah.

“Kami akan menjalankan kebijakan dari Kemenristekdikti. Kalau ada PTS lemah di ruang lingkup Kopertis Wilayah II tentu akan segera ditindak,” kata Slamet.

Lanjutnya, terkait PTS yang masih beraktifitas di bangunan ruko pihaknya belum mendapatkan data final. “Masih di data, kalau ada tentu nanti akan dipanggil dan diarahkan untuk merger,” ulasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga tidak hanya fokus dengan PTS yang berada di ruko, tetapi di 2017 ini Kopertis Wilayah II juga akan konsen terhadap PTS yang prodi-nya masih didominasi akreditasi C. “Kita akan mendampingi PTS yang akreditasi prodinya masih banyak C, kita targetkan 2017 ini tidak ada lagi prodi PTS di Sumsel khususnya yang terakreditasi C,” urainya.

Berdasarkan data Kopertis Wilayah II, lanjut Slamet, tercatat ada sekitar 60 persen PTS yang status akreditasi prodi-nya mendapatkan predikat C. “Ini yang nantinya akan kita dorong untuk lebih baik lagi akreditasi prodi-nya. Minimal akan ada 10 PTS di Sumsel nantinya yang akan didorong untuk semua prodi-nya memiliki akreditasi A dan nantinya akan ikut serta mengimbaskan ke PTS lainnya,” jelasnya.

detiksumsel.com, foto: ristekdikti.go.id

Share this: